|

Senam Lutut Lansia untuk Nyeri Lutut: 7 Gerakan Ringan dan Batas Aman

Senam lutut lansia perlu disesuaikan dengan kemampuan berdiri, tingkat nyeri, dan keseimbangan tubuh. Kenali tujuh gerakan ringan, pilihan posisi latihan, serta tanda kapan harus berhenti.

Lansia melakukan senam lutut sambil berpegangan pada kursi yang stabil

Senam lutut lansia dapat terdiri dari gerakan sederhana yang dilakukan sambil duduk, berbaring, atau berdiri dengan berpegangan. Tujuannya bukan memaksa lutut mencapai gerakan maksimal, tetapi mempertahankan mobilitas, melatih otot di sekitar sendi, dan membantu aktivitas sehari-hari tetap dapat dilakukan.

Aktivitas fisik dapat membantu sebagian orang dengan artritis mengurangi nyeri sendi dan memperbaiki fungsi. Namun, jenis dan tingkat latihan harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Lansia yang sudah lama tidak berolahraga, memiliki penyakit tertentu, atau merasa tidak yakin dengan keseimbangannya sebaiknya membicarakan rencana latihan dengan dokter atau fisioterapis terlebih dahulu.

Senam lansia untuk nyeri lutut juga bukan pengganti diagnosis. Nyeri lutut dapat berasal dari osteoarthritis, cedera, peradangan, gangguan tendon, masalah pada tempurung lutut, atau kondisi lain. Karena itu, satu rangkaian latihan tidak selalu cocok untuk setiap penyebab keluhan.

Catatan medis: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau program rehabilitasi individual. Setelah operasi, patah tulang, cedera baru, atau penggunaan alat bantu tertentu, ikuti petunjuk tenaga kesehatan yang menangani kondisi tersebut.

Jawaban Singkat

Senam lutut untuk lansia dapat dimulai dari gerakan yang paling mudah dikendalikan:

  1. menggerakkan pergelangan kaki sambil duduk;
  2. meluruskan lutut sambil duduk;
  3. menggeser tumit di tempat tidur;
  4. menekan lutut ke gulungan handuk;
  5. mengangkat kaki lurus;
  6. berdiri dan duduk menggunakan kursi;
  7. menekuk lutut sambil berpegangan.

Tidak semua gerakan harus dilakukan sekaligus. Lansia dengan keseimbangan yang kurang stabil dapat memulai dari latihan duduk dan berbaring. Gerakan berdiri baru ditambahkan ketika tubuh mampu mempertahankan posisi dengan aman.

Apa Tujuan Senam Lutut Lansia?

Sendi lutut digunakan ketika berdiri dari kursi, berjalan, naik tangga, menekuk kaki, dan mengubah posisi tubuh. Otot paha depan, paha belakang, betis, pinggul, dan bokong ikut membantu mengendalikan gerakan tersebut.

Penguatan otot yang menopang lutut dapat membantu mengurangi tekanan yang harus ditanggung sendi, sedangkan latihan kelenturan membantu mempertahankan rentang gerak. Aktivitas fisik untuk lansia juga idealnya mencakup unsur kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas.

Pada sebagian orang, senam sendi lutut dapat membantu:

  • menjaga kemampuan menekuk dan meluruskan kaki;
  • melatih otot paha;
  • mengurangi rasa kaku setelah lama duduk;
  • membantu gerakan berdiri dari kursi;
  • mempertahankan kemampuan berjalan;
  • membangun kepercayaan diri saat bergerak.

Hasilnya tidak sama pada setiap orang. Gerakan yang terasa ringan bagi satu lansia dapat menjadi terlalu berat bagi orang lain yang memiliki gangguan keseimbangan, kelemahan otot, atau penyakit tertentu.

Pilih Posisi Awal Berdasarkan Kemampuan

Gunakan tabel berikut untuk menentukan posisi awal. Pembagian ini merupakan cara praktis untuk memilih gerakan, bukan tes medis.

Kondisi saat akan berlatihPosisi awal yang lebih sesuai
Belum yakin dengan keseimbanganDuduk di kursi stabil
Lutut kaku tetapi masih dapat digerakkanDuduk atau berbaring
Sulit berdiri dari kursiLatihan duduk dan penguatan paha terlebih dahulu
Dapat berdiri dengan aman sambil berpeganganGerakan berdiri dengan kursi atau dinding
Baru jatuh atau mengalami cederaJangan memulai sebelum kondisi dinilai
Lutut merah, panas, atau membengkak beratTunda latihan dan cari penilaian medis
Tidak dapat menapak atau menahan berat badanJangan melakukan senam mandiri

Keluhan pada pagi hari juga perlu diperhatikan. Pola lutut sakit saat bangun tidur membantu membedakan apakah kekakuan berkurang setelah mulai bergerak atau justru terus memburuk sepanjang hari.

Persiapan Tempat Latihan yang Aman

NHS menyarankan penggunaan kursi yang kokoh, stabil, dan tidak memiliki roda untuk latihan duduk. Kaki harus dapat menapak rata pada lantai. Latihan dimulai perlahan dan jumlah pengulangan dapat ditambah secara bertahap.

Sebelum melakukan senam lutut lansia:

  1. Gunakan kursi tanpa roda.
  2. Tempatkan kursi di permukaan yang rata.
  3. Singkirkan karpet kecil, kabel, dan benda yang dapat menyebabkan tersandung.
  4. Gunakan pakaian yang tidak membatasi gerak.
  5. Pilih alas kaki yang tidak licin untuk latihan berdiri.
  6. Siapkan air minum.
  7. Pastikan telepon dapat dijangkau.
  8. Lakukan gerakan berdiri di dekat kursi kokoh atau dinding.
  9. Minta seseorang mendampingi apabila pernah jatuh atau sering kehilangan keseimbangan.

Program AAOS menyarankan pemanasan dengan aktivitas ringan berdampak rendah selama sekitar 5–10 menit sebelum latihan yang lebih aktif. Namun, lansia yang belum terbiasa bergerak dapat memulai dengan sesi lebih pendek dan menambah durasinya sedikit demi sedikit.

Apakah Nyeri Boleh Muncul Saat Latihan?

Gerakan ringan dapat menimbulkan rasa tegang pada otot. Namun, nyeri tajam, sensasi lutut bergeser, atau rasa tidak stabil bukan target senam.

CDC menyebutkan bahwa ketika seseorang baru memulai aktivitas fisik, sedikit nyeri, kekakuan, atau pembengkakan dapat muncul. Keluhan seharusnya membaik ketika tubuh mulai beradaptasi. Jika gejala tetap berat atau terus memburuk, tenaga kesehatan perlu dihubungi.

Hentikan satu gerakan apabila:

  • muncul nyeri tajam;
  • lutut terasa akan lepas atau tidak mampu menopang tubuh;
  • pembengkakan bertambah;
  • kaki mendadak lemah;
  • muncul pusing;
  • keseimbangan sulit dikendalikan;
  • napas terasa sangat berat;
  • nyeri tidak berkurang setelah latihan dihentikan.

Jika rasa sakit terutama muncul ketika lutut dibengkokkan untuk duduk, berjongkok, atau naik tangga, pola lutut sakit saat ditekuk perlu diperhatikan sebelum menambah kedalaman gerakan.

7 Gerakan Senam Lutut untuk Lansia

Gerakan berikut disusun dari posisi yang relatif mudah dikendalikan menuju gerakan berdiri. Tidak semua lansia harus mencapai latihan ketujuh.

Mulailah dari beberapa gerakan yang dapat dilakukan dengan teknik baik. Jumlah pengulangan dapat ditambah secara bertahap tanpa menggunakan ayunan atau gerakan mendadak.

1. Gerakan Pergelangan Kaki Sambil Duduk

Gerakan ini digunakan sebagai pemanasan ringan sebelum lutut mulai diluruskan dan ditekuk. NHS memasukkan gerakan pergelangan kaki sebagai bagian dari latihan duduk untuk membantu mempertahankan kelenturan kaki.

Cara melakukan:

  1. Duduk tegak pada kursi stabil.
  2. Letakkan kedua kaki rata di lantai.
  3. Luruskan satu kaki sedikit ke depan.
  4. Arahkan ujung jari kaki menjauh dari tubuh.
  5. Tarik kembali ujung jari kaki ke arah tubuh.
  6. Turunkan kaki dengan perlahan.
  7. Ulangi pada sisi lainnya.

Mulailah dengan lima gerakan pada setiap kaki. Jangan menahan napas atau menggerakkan kaki dengan cepat.

Versi lebih ringan:

  • tumit tetap menyentuh lantai;
  • gerakkan hanya ujung kaki ke atas dan ke bawah;
  • lakukan satu kaki terlebih dahulu.

2. Meluruskan Lutut Sambil Duduk

Latihan ini mengaktifkan otot paha depan yang membantu menopang lutut. Gerakan serupa terdapat dalam program AAOS dan Arthritis UK.

Cara melakukan:

  1. Duduk tegak dengan punggung dalam posisi nyaman.
  2. Kedua kaki menapak di lantai.
  3. Luruskan satu lutut secara perlahan.
  4. Angkat kaki hanya sampai batas yang tidak menimbulkan nyeri tajam.
  5. Kencangkan otot paha.
  6. Tahan selama sekitar 3–5 detik.
  7. Turunkan kaki secara terkendali.
  8. Ulangi menggunakan kaki lainnya.

Mulailah sekitar lima kali pada setiap sisi. Hindari mengayunkan tungkai untuk mencapai posisi lebih tinggi.

Versi lebih ringan:

  • luruskan lutut hanya sebagian;
  • jangan menahan posisi;
  • gunakan tangan pada sisi kursi untuk membantu menjaga tubuh tetap stabil.

3. Menggeser Tumit Sambil Berbaring

Gerakan ini membantu melatih proses menekuk dan meluruskan lutut tanpa harus menopang berat badan. Arthritis UK menggambarkan gerakan serupa dengan menggeser kaki di sepanjang permukaan.

Cara melakukan:

  1. Berbaring telentang di tempat tidur atau permukaan yang stabil.
  2. Luruskan kedua kaki.
  3. Geser satu tumit perlahan menuju bokong.
  4. Biarkan lutut menekuk dalam rentang yang masih nyaman.
  5. Tahan sebentar.
  6. Geser tumit kembali sampai kaki lebih lurus.
  7. Ulangi pada sisi lainnya.

Jangan menarik kaki menggunakan gerakan mendadak. Bila tumit sulit bergeser, gunakan kaus kaki pada permukaan yang halus atau letakkan kantong plastik tebal di bawah tumit, selama permukaan tersebut tidak membuat tubuh ikut tergelincir.

Gerakan ini dapat membantu sebagai peregangan lutut ringan, tetapi tidak perlu memaksakan tumit mencapai bokong.

4. Menekan Lutut ke Gulungan Handuk

Latihan ini mengaktifkan otot paha tanpa mengharuskan lutut melakukan gerakan yang besar. Arthritis UK menggunakan gulungan handuk di bawah lutut untuk latihan otot paha depan.

Cara melakukan:

  1. Duduk di tempat tidur atau berbaring telentang.
  2. Luruskan satu kaki.
  3. Letakkan handuk yang digulung di bawah lutut.
  4. Tarik ujung kaki sedikit ke arah tubuh.
  5. Tekan bagian belakang lutut ke arah handuk.
  6. Rasakan otot paha depan menegang.
  7. Tahan selama sekitar lima detik.
  8. Lepaskan dan istirahat.
  9. Ulangi pada sisi lainnya.

Mulailah lima kali pada setiap kaki.

Hentikan jika tekanan menimbulkan nyeri tajam di dalam sendi atau membuat bagian belakang lutut terasa sangat tidak nyaman.

5. Mengangkat Kaki Lurus Sambil Berbaring

Latihan ini memerlukan kontrol lebih besar daripada menekan lutut ke handuk. AAOS dan Arthritis UK memasukkan pengangkatan kaki lurus sebagai latihan otot paha depan.

Cara melakukan:

  1. Berbaring telentang.
  2. Tekuk satu lutut dan letakkan telapak kaki di permukaan.
  3. Pertahankan kaki lainnya tetap lurus.
  4. Kencangkan otot paha pada kaki yang lurus.
  5. Angkat kaki sedikit dari tempat tidur.
  6. Tahan selama sekitar 3–5 detik.
  7. Turunkan secara perlahan.
  8. Ganti kaki jika kedua sisi perlu dilatih.

Mulailah dari tiga hingga lima pengulangan.

Lewati gerakan ini apabila:

  • kaki tidak dapat diangkat tanpa menahan napas;
  • pinggang terasa sangat sakit;
  • lutut yang lurus mulai menekuk tanpa dapat dikendalikan;
  • gerakan menimbulkan nyeri tajam.

Tidak perlu menambahkan beban pada pergelangan kaki saat baru memulai senam lutut untuk lansia.

6. Berdiri dan Duduk Menggunakan Kursi

Gerakan duduk-berdiri berhubungan langsung dengan aktivitas harian. Arthritis UK menggunakan latihan ini untuk membantu kekuatan kaki, tetapi tingkat kesulitannya perlu disesuaikan.

Cara melakukan:

  1. Gunakan kursi yang stabil dan tidak beroda.
  2. Duduk mendekati bagian depan kursi.
  3. Letakkan kedua kaki rata di lantai.
  4. Geser kaki sedikit ke belakang.
  5. Condongkan tubuh sedikit ke depan.
  6. Dorong tubuh untuk berdiri.
  7. Berdiri tegak tanpa mengunci lutut.
  8. Turunkan tubuh kembali dengan perlahan.

Pada tahap awal, tangan boleh digunakan untuk membantu mendorong dari kursi. Tujuannya adalah menjaga gerakan tetap terkendali, bukan langsung berdiri tanpa bantuan.

Versi lebih ringan:

  • gunakan kursi yang sedikit lebih tinggi;
  • tambahkan bantalan kokoh pada dudukan;
  • lakukan satu hingga tiga kali;
  • minta seseorang berdiri di samping;
  • hentikan sebelum kaki terlalu lelah.

Jika lutut terasa sakit saat ditekuk lebih dalam, jangan memaksakan tubuh duduk pada kursi yang rendah.

7. Menekuk Lutut Sambil Berdiri dengan Pegangan

Gerakan ini melatih otot paha belakang. AAOS merekomendasikan berpegangan pada kursi atau dinding untuk menjaga keseimbangan selama gerakan serupa.

Cara melakukan:

  1. Berdiri di belakang kursi yang stabil.
  2. Pegang sandaran dengan kedua tangan.
  3. Pindahkan berat badan secara merata.
  4. Tekuk satu lutut perlahan.
  5. Arahkan tumit ke belakang tanpa memaksa.
  6. Pertahankan kedua lutut tetap berdekatan.
  7. Tahan sekitar 3–5 detik.
  8. Turunkan kaki perlahan.
  9. Ulangi pada sisi lainnya.

Mulailah dari tiga hingga lima kali pada setiap kaki.

Gerakan ini tidak perlu dilakukan apabila lansia:

  • tidak mampu berdiri stabil meskipun berpegangan;
  • sering merasa pusing ketika berdiri;
  • baru mengalami jatuh;
  • lutut sering kehilangan kekuatan;
  • memerlukan alat bantu jalan dan belum mendapat petunjuk penggunaannya selama latihan.

Contoh Urutan Berdasarkan Tingkat Kemampuan

Tingkat 1: Lebih Banyak Duduk atau Berbaring

Pilih:

  • gerakan pergelangan kaki;
  • meluruskan lutut sambil duduk;
  • menggeser tumit;
  • menekan lutut ke handuk.

Tingkat ini dapat digunakan ketika keseimbangan belum stabil atau tubuh cepat lelah saat berdiri.

Tingkat 2: Sudah Dapat Mengontrol Kaki

Tambahkan:

  • mengangkat kaki lurus;
  • satu atau dua kali latihan duduk-berdiri dengan bantuan tangan.

Tingkat 3: Dapat Berdiri Aman dengan Pegangan

Tambahkan:

  • duduk-berdiri secara bertahap;
  • menekuk lutut sambil berdiri;
  • aktivitas ringan seperti berjalan perlahan sesuai kemampuan.

Pembagian tersebut bukan program rehabilitasi universal. Lansia dengan penyakit jantung, gangguan saraf, riwayat stroke, operasi sendi, atau masalah keseimbangan mungkin memerlukan program yang berbeda.

Berapa Kali Senam Perlu Dilakukan?

Tidak ada satu jumlah pengulangan yang tepat untuk semua lansia. Sumber resmi menggunakan jumlah yang berbeda sesuai gerakan dan tujuan latihan. NHS menekankan agar latihan dibangun secara perlahan, sedangkan CDC menyebutkan bahwa aktivitas dapat dibagi menjadi sesi singkat, termasuk sekitar 5–10 menit.

Sebagai pendekatan awal:

  1. Pilih tiga atau empat gerakan.
  2. Mulai dari sekitar 3–5 pengulangan.
  3. Bergerak perlahan.
  4. Beristirahat di antara gerakan.
  5. Tambahkan jumlah hanya jika teknik tetap terkendali.
  6. Jangan menambah pengulangan dan kesulitan secara bersamaan.

Latihan untuk mengurangi nyeri lutut tidak harus terasa melelahkan. Kualitas gerakan dan respons tubuh lebih penting daripada mencapai jumlah tertentu.

Cara Menilai Respons Setelah Senam

Catat kondisi sebelum, selama, dan setelah senam nyeri sendi lutut.

Waktu penilaianHal yang diperhatikan
Sebelum latihanTingkat nyeri, pembengkakan, kemampuan berdiri
Selama latihanNyeri tajam, ketidakstabilan, pusing, kelelahan
Setelah latihanApakah lutut lebih mudah atau lebih sulit digerakkan
Malam hariApakah nyeri mengganggu tidur
Keesokan pagiApakah kekakuan lebih berat daripada biasanya

Jika satu gerakan berulang kali membuat lutut lebih sakit atau lebih bengkak, kurangi rentang, jumlah pengulangan, atau hentikan gerakan tersebut sampai mendapatkan saran tenaga kesehatan.

Kenyamanan malam hari juga dapat dipengaruhi oleh penempatan kaki dan posisi tidur saat lutut sakit, terutama ketika tekanan kasur atau berat kaki membuat keluhan bertambah.

Apakah Senam Harus Dilakukan Setiap Hari?

Lansia dianjurkan tetap aktif setiap hari dan mengurangi periode duduk atau berbaring tanpa bergerak terlalu lama. Namun, latihan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas tidak harus dilakukan dengan intensitas yang sama setiap hari.

Hari latihan dapat bergantian antara:

  • gerakan mobilitas ringan;
  • latihan otot;
  • berjalan santai;
  • latihan keseimbangan dengan pengawasan;
  • istirahat aktif.

Lutut yang sedang mengalami peningkatan nyeri atau pembengkakan tidak perlu dipaksa mengikuti jadwal yang sama seperti hari sebelumnya.

Apakah Makanan Dapat Menggantikan Senam?

Pola makan dan aktivitas fisik memiliki fungsi yang berbeda. Istilah makanan pelumas sendi lutut sering digunakan untuk membahas nutrisi yang berhubungan dengan kesehatan sendi, tetapi makanan tidak menggantikan gerakan, penguatan otot, atau pemeriksaan penyebab nyeri.

Pada orang dengan osteoarthritis dan berat badan berlebih, pengelolaan berat badan dapat menjadi bagian dari perawatan karena beban tubuh memengaruhi tekanan pada sendi lutut. Perubahan pola makan dan aktivitas sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan.

Hindari menyimpulkan bahwa satu makanan, minuman, atau suplemen pasti dapat menghilangkan nyeri lutut.

Kapan Lansia Memerlukan Pendamping?

Pendamping sebaiknya dipertimbangkan apabila lansia:

  • pernah jatuh dalam beberapa bulan terakhir;
  • menggunakan tongkat atau alat bantu jalan;
  • mudah kehilangan keseimbangan;
  • mengalami gangguan penglihatan;
  • sering merasa pusing;
  • sulit memahami urutan gerakan;
  • membutuhkan bantuan untuk berdiri dari kursi;
  • baru mulai berolahraga setelah lama tidak aktif.

Pendamping tidak perlu menarik tubuh atau kaki. Tugasnya adalah menjaga area latihan tetap aman dan membantu apabila keseimbangan hilang.

Gerakan berdiri dapat ditunda sampai lansia memperoleh penilaian yang sesuai.

Kapan Senam Lutut Tidak Boleh Langsung Dilakukan?

Jangan memulai senam mandiri apabila:

  • nyeri muncul setelah jatuh atau benturan kuat;
  • lutut berubah bentuk;
  • lutut membengkak secara tiba-tiba;
  • kaki tidak dapat digunakan untuk menahan berat badan;
  • lutut tidak dapat digerakkan;
  • sendi terasa panas, merah, dan sangat nyeri;
  • muncul demam atau tubuh terasa tidak sehat;
  • lutut terus kehilangan kestabilan;
  • terdapat luka terbuka;
  • baru menjalani operasi tanpa izin untuk mulai latihan.

Ketidakmampuan menggerakkan atau menumpukan berat badan pada lutut, serta lutut yang merah dan panas disertai demam, memerlukan penilaian medis dan tidak sebaiknya ditangani hanya dengan senam.

Kapan Latihan Harus Dihentikan?

Hentikan senam dan cari bantuan apabila:

  • nyeri mendadak sangat kuat;
  • lutut berbunyi disertai nyeri dan kehilangan fungsi;
  • kaki tidak lagi mampu menopang tubuh;
  • pembengkakan bertambah cepat;
  • muncul mati rasa;
  • betis membengkak, merah, atau sangat nyeri;
  • terjadi sesak napas atau nyeri dada;
  • lansia jatuh selama latihan.

Keluhan ringan yang terus berlangsung atau berulang juga perlu dibicarakan dengan dokter apabila mengganggu tidur, berjalan, atau aktivitas sehari-hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah senam lutut lansia dapat menghilangkan nyeri?

Tidak ada jaminan bahwa senam akan menghilangkan nyeri karena penyebab keluhan dapat berbeda. Aktivitas fisik dapat membantu sebagian orang dengan artritis mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi, tetapi gerakannya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Apakah semua tujuh gerakan harus dilakukan?

Tidak. Lansia dapat memulai dari beberapa gerakan duduk atau berbaring. Latihan berdiri ditambahkan jika keseimbangan dan kekuatan sudah mencukupi.

Apa senam untuk lutut sakit yang paling ringan?

Gerakan pergelangan kaki, meluruskan lutut sebagian sambil duduk, menggeser tumit, dan menekan lutut ke handuk relatif mudah dilakukan tanpa berdiri. Namun, setiap gerakan tetap harus dihentikan jika menimbulkan nyeri tajam.

Apakah lansia boleh melakukan squat?

Gerakan menyerupai squat dapat dimulai melalui latihan berdiri dari kursi yang cukup tinggi. Kedalaman gerak harus disesuaikan dengan nyeri, kekuatan, dan keseimbangan. Lansia tidak perlu langsung melakukan squat tanpa pegangan atau menekuk lutut terlalu dalam.

Apakah latihan boleh dilakukan saat lutut bengkak?

Pembengkakan ringan yang sudah diketahui penyebabnya perlu dinilai berdasarkan petunjuk tenaga kesehatan. Latihan mandiri tidak dianjurkan jika pembengkakan muncul tiba-tiba, semakin berat, terjadi setelah cedera, atau disertai kemerahan dan rasa panas.

Apakah rasa pegal setelah latihan normal?

Sedikit rasa pegal pada otot dapat muncul ketika seseorang baru mulai aktif. Namun, nyeri sendi yang berat, pembengkakan yang bertambah, atau penurunan kemampuan berjalan menunjukkan bahwa program perlu dikurangi atau diperiksa.

Apakah latihan pagi hari lebih baik?

Tidak ada waktu yang sama untuk semua orang. Lansia yang sangat kaku saat bangun dapat memulai dengan gerakan ringan di tempat tidur sebelum berdiri. Pola lutut sakit saat bangun tidur membantu menilai bagaimana keluhan berubah setelah beberapa gerakan pertama.

Apa yang dilakukan jika lutut sakit ketika berdiri dari kursi?

Gunakan kursi yang lebih tinggi, bantuan tangan, dan jumlah pengulangan yang lebih sedikit. Jika nyeri tetap kuat atau lutut sulit menahan berat badan, gerakan perlu dihentikan.

Kesimpulan

Senam lutut lansia sebaiknya dimulai dari gerakan yang mudah dikendalikan. Latihan duduk dan berbaring dapat menjadi pilihan awal ketika keseimbangan belum stabil. Gerakan berdiri, termasuk duduk-berdiri dan menekuk lutut dengan pegangan, ditambahkan hanya jika tubuh mampu melakukannya dengan aman.

Tujuh gerakan dalam artikel ini membantu melatih mobilitas dan otot di sekitar lutut, tetapi tidak menggantikan diagnosis atau program fisioterapi. Nyeri tajam, pembengkakan berat, lutut merah dan panas, cedera baru, atau ketidakmampuan menahan berat badan memerlukan pemeriksaan.

Variasi lain dalam kategori gerakan untuk kesehatan sendi dapat dipilih berdasarkan bagian tubuh, kemampuan bergerak, dan pola keluhan yang dialami.

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention. About Physical Activity and Arthritis.
  2. National Health Service. Physical Activity Guidelines for Older Adults.
  3. National Health Service. Sitting Exercises.
  4. American Academy of Orthopaedic Surgeons. Knee Conditioning Program.
  5. Arthritis UK. Exercises for the Knees.
  6. National Health Service. Knee Pain.
  7. National Health Service. Osteoarthritis: Treatment and Support.

Baca Juga