|

Lutut Sakit Setelah Olahraga: Kapan Istirahat, Kurangi Beban, atau Tetap Bergerak?

Lutut dapat terasa sakit saat olahraga, segera setelah latihan, atau keesokan harinya. Kenali pola nyeri dan kapan perlu mengurangi beban.

Pria memegang lutut yang terasa sakit setelah berolahraga di rumah

Lutut sakit setelah olahraga dapat muncul ketika latihan masih berlangsung, segera setelah aktivitas selesai, beberapa jam kemudian, atau pada hari berikutnya. Sebagian keluhan berkaitan dengan peningkatan beban dan gerakan berulang, sedangkan nyeri yang muncul setelah putaran mendadak, pendaratan, benturan, atau perubahan arah dapat berkaitan dengan cedera. [1][2][6][7]

Keluhan sakit lutut setelah olahraga perlu dibedakan dari nyeri otot setelah latihan. Nyeri otot tertunda atau delayed onset muscle soreness biasanya muncul sekitar 24-48 jam setelah aktivitas yang cukup berat, terutama setelah mencoba latihan baru atau meningkatkan intensitas olahraga. Sebaliknya, sendi lutut sakit setelah olahraga dapat disertai bengkak, kaku, kesulitan meluruskan kaki, rasa tidak stabil, atau penurunan kemampuan menopang berat badan. [1][3]

Catatan medis: Informasi ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari dokter maupun tenaga kesehatan. Penilaian dan penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Jawaban Singkat

Jika nyeri muncul ketika sedang berolahraga, hentikan gerakan yang memicu keluhan. Aktivitas juga perlu dihentikan apabila terdengar bunyi atau sensasi pop, lutut membengkak, terasa tidak stabil, terkunci, sulit diluruskan, atau tidak mampu menopang tubuh. Gejala tersebut dapat menyertai cedera ligamen atau meniskus dan memerlukan penilaian medis. [1][6][7]

Istirahat tidak selalu berarti lutut harus terus-menerus tidak digerakkan. Pada fase awal cedera, bagian yang sakit perlu dilindungi dari aktivitas berat. Setelah fase awal terlewati, sumber Kementerian Kesehatan mengenai PEACE and LOVE menjelaskan bahwa pemberian beban dan aktivitas ringan dapat dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari pemulihan. [4]

Pemilihan antara istirahat, pengurangan beban, dan gerakan bertahap bergantung pada:

  • cara nyeri mulai muncul;
  • ada atau tidaknya cedera;
  • pembengkakan;
  • kemampuan berjalan;
  • kestabilan lutut;
  • kemampuan menekuk dan meluruskan kaki;
  • perubahan keluhan setelah beristirahat.

Tidak ada satu durasi istirahat atau pola aktivitas yang sesuai untuk semua penyebab nyeri lutut. [1][4][7]

Kapan Nyeri Mulai Terasa?

Waktu munculnya nyeri membantu membedakan reaksi otot setelah latihan dari keluhan pada sendi atau cedera yang terjadi selama olahraga.

Waktu munculnya keluhanHal yang perlu dicatat
Saat olahragaGerakan pemicu, benturan, putaran, pendaratan, bunyi pop, dan kemampuan melanjutkan latihan
Segera setelah olahragaNyeri, bengkak, rasa panas, keterbatasan gerak, dan kemampuan berjalan
Beberapa jam kemudianPembengkakan yang mulai terlihat, kaku, rasa tersangkut, atau lutut sulit diluruskan
Sekitar 24-48 jam kemudianLokasi nyeri pada otot atau sendi, kaku otot, dan perubahan kekuatan
Pada latihan berikutnyaApakah nyeri muncul kembali pada gerakan atau beban yang sama

Cedera olahraga akut dapat disertai nyeri, pembengkakan, kemerahan, rasa panas, dan penurunan fungsi. Pada cedera meniskus, pembengkakan dapat mulai muncul beberapa jam setelah kejadian. DOMS biasanya muncul lebih lambat, yaitu sekitar 24-48 jam setelah olahraga. [2][3][7]

Tabel ini bukan alat untuk menentukan diagnosis. Tujuannya adalah membantu mencatat pola keluhan sebelum menentukan apakah aktivitas perlu dihentikan, dikurangi, atau dinilai oleh tenaga kesehatan.

Nyeri Otot atau Nyeri Lutut Setelah Olahraga?

Nyeri otot dan nyeri lutut dapat sama-sama muncul setelah latihan, tetapi sumber medis menggambarkan pola yang berbeda.

Hal yang diamatiNyeri otot setelah olahragaKeluhan pada lutut
LokasiOtot paha, betis, atau otot lain yang digunakanDi depan, sisi, belakang, atau di dalam area sendi lutut
Waktu munculUmumnya sekitar 24-48 jam setelah latihan beratDapat muncul saat olahraga, segera setelahnya, atau berkembang kemudian
Keluhan penyertaPegal, kaku otot, sedikit bengkak pada otot, dan kekuatan sementara berkurangKaku, bengkak, sulit diluruskan, tidak stabil, terkunci, atau sulit menopang tubuh
Hubungan dengan gerakanBeberapa otot terasa sakit saat digunakan atau ditekanGerakan tertentu pada sendi dapat memicu nyeri, klik, atau rasa tersangkut

DOMS lebih sering terjadi setelah seseorang lama tidak berolahraga, mencoba jenis latihan baru, atau meningkatkan intensitas aktivitas. Meskipun badan sakit setelah olahraga dapat berasal dari DOMS, nyeri yang terkonsentrasi di sendi lutut dan disertai gangguan fungsi perlu dinilai secara berbeda. [1][3]

Nyeri otot yang tidak tertahankan, pembengkakan otot berat, ketidakmampuan menggerakkan otot, urine berwarna gelap, atau keluhan yang tidak berkurang lebih dari satu minggu perlu diperiksakan. [3]

Kenapa Lutut Sakit Setelah Olahraga?

Pertanyaan kenapa lutut sakit setelah olahraga tidak memiliki satu jawaban yang berlaku untuk semua orang. Penyebab lutut sakit setelah olahraga dapat berkaitan dengan cedera akut, beban berulang, peningkatan intensitas, teknik gerakan, atau gangguan yang sudah ada pada lutut. [1][2][5]

Gerakan memutar atau perubahan arah mendadak

Cedera meniskus dapat terjadi ketika lutut berputar atau menekuk secara tiba-tiba saat kaki masih menempel pada permukaan. Gerakan tersebut dapat terjadi ketika bermain sepak bola, basket, atau aktivitas lain yang melibatkan perubahan arah. Keluhannya dapat berupa nyeri, pembengkakan, kaku, penguncian, bunyi klik, rasa tersangkut, dan ketidakstabilan. [7]

Berhenti, melompat, atau mendarat

Cedera ACL dapat terjadi ketika seseorang berputar secara tiba-tiba, berhenti mendadak, atau mendarat dengan posisi yang kurang tepat setelah melompat. Gejalanya dapat berupa bunyi atau sensasi pop, pembengkakan dalam beberapa jam, nyeri, kesulitan menopang tubuh, dan lutut terasa tidak stabil. [6]

Aktivitas berlebihan dan peningkatan intensitas

Cedera olahraga tidak hanya terjadi akibat benturan. Aktivitas berlebihan, tekanan berulang, kesalahan teknik, dan peningkatan beban juga dapat menyebabkan atau memperberat gangguan pada otot, tendon, dan sendi. [2]

Kementerian Kesehatan menyarankan agar intensitas dan frekuensi olahraga ditingkatkan secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi tubuh, serta menghindari gerakan yang memperberat sendi. [5]

Tekukan lutut yang berulang

Gerakan yang melibatkan tekukan lutut secara berulang dapat memperjelas keluhan pada struktur di dalam dan sekitar sendi. Jika lutut sakit saat ditekuk juga muncul di luar situasi olahraga, pola nyeri tersebut perlu dicatat terpisah dari keluhan yang hanya terjadi setelah latihan. [1][8]

Lutut Sakit Saat Ditekuk Setelah Olahraga

Lutut sakit saat ditekuk setelah olahraga dapat terasa ketika duduk, menggunakan tangga, berjongkok, atau mencoba meluruskan kaki setelah latihan. Cedera, kesalahan gerak saat olahraga, gangguan meniskus, dan masalah pada jaringan di sekitar lutut termasuk keadaan yang dapat menimbulkan nyeri saat lutut ditekuk. [7][8]

Perhatikan apakah nyeri:

  • hanya muncul pada tekukan dalam;
  • terasa ketika kaki mulai ditekuk;
  • juga muncul saat diluruskan;
  • disertai pembengkakan;
  • disertai klik atau rasa tersangkut;
  • muncul setelah gerakan memutar;
  • membuat lutut sulit menopang tubuh.

Jika rasa sakit terutama terjadi ketika tubuh turun, menahan posisi bawah, atau berdiri kembali, pola lutut sakit saat jongkok perlu dibedakan dari nyeri setelah jenis olahraga lain.

Lokasi Nyeri Setelah Olahraga

Lokasi membantu menggambarkan keluhan, tetapi tidak boleh digunakan sendiri untuk menentukan penyebab.

Nyeri di depan atau sekitar tempurung lutut

Nyeri di bagian depan dapat muncul ketika lutut digunakan untuk berlari, melompat, menekuk, atau menopang tubuh. Sindrom nyeri patellofemoral termasuk salah satu kemungkinan penyebab nyeri lutut yang disebutkan oleh Kementerian Kesehatan. [1]

Catat apakah keluhan juga muncul saat menggunakan tangga, duduk dengan lutut tertekuk, atau berjongkok.

Nyeri di sisi dalam atau luar lutut

Rasa sakit di sisi lutut perlu dicatat bersama aktivitas yang dilakukan, riwayat benturan, gerakan memutar, bengkak, dan ketidakstabilan. Cedera ligamen atau meniskus dapat terjadi dalam olahraga, tetapi lokasi nyeri saja tidak dapat menentukan jaringan yang mengalami gangguan. [6][7]

Belakang lutut sakit setelah olahraga

Belakang lutut sakit setelah olahraga dapat terasa seperti nyeri, kaku, tekanan, atau ketegangan. Jika terdapat pembengkakan atau benjolan, salah satu keadaan yang dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan adalah kista Baker. Sumber Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa kista tersebut dapat disertai nyeri di bagian belakang atau posteromedial lutut, kaku, pembengkakan, dan keterbatasan saat menekuk kaki. [9]

Tidak semua nyeri belakang lutut disebabkan oleh kista. Jika keluhan juga muncul ketika kaki bergerak ke dua arah, pola belakang lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan dapat dicatat bersama pembengkakan dan keterbatasan gerak.

Nyeri terasa di seluruh lutut

Jika lokasi nyeri sulit ditunjuk, catat apakah terdapat:

  • bengkak;
  • kemerahan;
  • rasa hangat;
  • kaku;
  • kesulitan meluruskan kaki;
  • ketidakstabilan;
  • perubahan cara berjalan.

Keluhan-keluhan tersebut termasuk informasi yang biasanya dinilai dalam pemeriksaan nyeri lutut. [1]

Istirahat, Kurangi Beban, atau Tetap Bergerak?

Pilihan berikut tidak digunakan untuk menentukan diagnosis, tetapi membantu membedakan situasi yang memerlukan penghentian aktivitas dari keadaan yang memungkinkan gerakan bertahap.

SituasiLangkah yang didukung sumber
Nyeri muncul setelah putaran, benturan, pendaratan, atau bunyi popHentikan aktivitas dan lindungi lutut dari beban berat
Lutut bengkak, terkunci, tidak stabil, atau tidak mampu menopang tubuhJangan melanjutkan latihan dan lakukan pemeriksaan
Satu gerakan tertentu terus memicu nyeriKurangi atau hindari sementara gerakan yang memperberat sendi
Keluhan ringan mulai berkurang setelah fase awalBeban dan aktivitas ringan dapat dikembalikan secara bertahap
Keluhan berupa DOMS tanpa tanda cedera sendiHindari latihan berat sementara, tetapi aktivitas ringan dapat dipertahankan
Nyeri atau pembengkakan tidak membaik dalam beberapa hariKonsultasikan dengan tenaga kesehatan

Pada fase awal cedera, pendekatan PEACE menekankan perlindungan dari aktivitas berat. Setelah fase awal, pendekatan LOVE memasukkan pemberian beban secara bertahap, aktivitas ringan, dan latihan rehabilitasi. Sumber tersebut juga menegaskan bahwa belum ada satu pendekatan yang paling tepat untuk semua cedera jaringan lunak. [4]

Karena itu, tetap bergerak tidak berarti mengulangi latihan dengan intensitas penuh. Gerakan perlu dikontrol dan disesuaikan dengan nyeri, fungsi lutut, serta hasil pemeriksaan jika terdapat cedera. [4][5]

Cara Mengatasi Lutut Sakit Setelah Olahraga

Cara mengatasi lutut sakit setelah olahraga bergantung pada penyebab dan beratnya gejala. Langkah berikut hanya ditujukan sebagai penanganan awal pada keluhan ringan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan.

Hentikan gerakan yang memicu nyeri

Segera hentikan latihan jika gerakan tertentu menimbulkan rasa sakit. Pada cedera lutut ringan, Kementerian Kesehatan juga menyarankan menghentikan aktivitas fisik yang sedang dilakukan dan mengistirahatkan lutut. [10]

Jangan mengulang lompatan, squat, lari, atau gerakan memutar hanya untuk memeriksa apakah nyeri masih ada.

Catat apakah terjadi cedera

Ingat apakah sebelum nyeri muncul terdapat:

  • jatuh;
  • benturan;
  • putaran mendadak;
  • berhenti tiba-tiba;
  • pendaratan;
  • peningkatan beban;
  • peningkatan jumlah pengulangan.

Informasi mengenai waktu munculnya nyeri dan riwayat cedera merupakan bagian dari penilaian medis terhadap nyeri lutut. [1]

Perhatikan pembengkakan dan fungsi lutut

Periksa apakah lutut menjadi bengkak, merah, hangat, sulit diluruskan, lemah, atau tidak stabil. Gejala tersebut tercantum sebagai keluhan yang dapat menyertai nyeri atau cedera lutut. [1][2]

Pertimbangkan kompres sesuai pola keluhan

Kompres dingin disebutkan dalam sumber Kementerian Kesehatan sebagai salah satu langkah awal pada cedera lutut yang disertai nyeri atau pembengkakan. Es atau sumber dingin tidak diletakkan langsung pada kulit. [5][10]

Pemilihan kompres hangat atau dingin untuk nyeri sendi tetap perlu mempertimbangkan cedera baru, bengkak, rasa panas, kaku, kondisi kulit, dan kemampuan merasakan suhu.

Tinggikan kaki jika lutut membengkak

Kementerian Kesehatan memasukkan posisi kaki yang lebih tinggi sebagai salah satu langkah untuk membantu mengurangi pembengkakan pada cedera atau nyeri lutut. [1][4][10]

Cara Mengobati Lutut Sakit Setelah Olahraga

Tidak ada satu cara mengobati lutut sakit setelah olahraga yang tepat untuk semua orang. Penanganan dapat berbeda antara DOMS, cedera ringan, kerusakan meniskus, cedera ligamen, atau gangguan lain pada sendi. [1][3][6][7]

Dokter dapat menilai:

  • cara cedera terjadi;
  • waktu munculnya nyeri;
  • lokasi keluhan;
  • pembengkakan;
  • kemampuan berjalan;
  • kemampuan menekuk dan meluruskan lutut;
  • kestabilan sendi.

Pengobatan nyeri lutut dapat meliputi obat, fisioterapi, penyangga lutut, atau tindakan lain sesuai penyebabnya. Cedera meniskus dan ACL juga dapat memerlukan pilihan penanganan berbeda berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan aktivitas pasien. [1][6][7]

Karena penggunaan obat perlu disesuaikan dengan penyebab, kondisi kesehatan, dan obat lain yang digunakan, pilihan obat sebaiknya dibahas dengan dokter atau apoteker.

Cara Mengatur Aktivitas Berikutnya

Kembali berolahraga perlu dilakukan secara bertahap. Kementerian Kesehatan menyarankan peningkatan intensitas dan frekuensi olahraga dari tingkat ringan menuju lebih berat serta menyesuaikan jenis latihan dengan kemampuan tubuh. [5]

Sebelum kembali ke beban sebelumnya, catat apakah:

  • berjalan sudah dapat dilakukan tanpa gangguan;
  • pembengkakan berkurang;
  • lutut dapat ditekuk dan diluruskan;
  • lutut tidak terasa akan ambruk;
  • aktivitas ringan tidak membuat keluhan kembali memburuk.

Jika nyeri terutama muncul setelah latihan selesai, kemudian terasa ketika bangkit dari kursi atau pada langkah pertama, pola lutut sakit setelah duduk lama dapat dicatat terpisah dari nyeri yang muncul saat olahraga.

Program latihan penguatan lutut berbeda dari mengulang olahraga yang memicu nyeri. Penguatan untuk pemulihan perlu disesuaikan dengan keadaan lutut dan dapat menjadi bagian dari fisioterapi atau rehabilitasi. [1][4][7]

Catatan Reaksi Lutut Setelah Olahraga

Catatan singkat membantu membandingkan latihan dan respons lutut.

TanggalJenis olahragaDurasi atau bebanKapan nyeri munculLokasiBengkakStabilitasKondisi hari berikutnya

Tambahkan informasi apabila terjadi:

  • putaran;
  • pendaratan;
  • benturan;
  • bunyi pop;
  • klik;
  • rasa tersangkut;
  • ketidakmampuan melanjutkan latihan.

Dokter biasanya menanyakan kapan nyeri muncul dan apakah terdapat riwayat cedera sebelum memeriksa lutut. [1]

Kapan Olahraga Harus Langsung Dihentikan?

Hentikan aktivitas dan jangan memaksakan lutut apabila:

  • terdengar bunyi atau sensasi pop saat cedera;
  • lutut membengkak;
  • rasa sakit sangat berat;
  • lutut terkunci;
  • kaki sulit diluruskan;
  • lutut terasa tidak stabil;
  • kaki tidak mampu menopang berat badan;
  • terjadi jatuh atau benturan keras. [1][6][7]

Jangan meminta orang lain menarik, memutar, atau meluruskan lutut secara paksa.

Kapan Lutut Perlu Diperiksa?

Kementerian Kesehatan menyarankan pemeriksaan jika nyeri lutut tidak membaik, lutut tidak stabil saat berdiri, kaki terasa lemah, lutut sulit ditekuk atau diluruskan, nyeri disertai demam, atau bentuk lutut berubah. [1]

Pemeriksaan juga diperlukan jika:

  • nyeri atau bengkak tidak membaik dalam beberapa hari;
  • keluhan terus muncul setiap selesai berolahraga;
  • pembengkakan semakin besar;
  • kemampuan berjalan menurun;
  • latihan ringan tetap menimbulkan nyeri;
  • lutut terasa terkunci atau terus-menerus tidak stabil. [4][7]

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah wajar lutut sakit setelah olahraga?

Nyeri otot setelah latihan baru atau berat dapat berupa DOMS yang biasanya muncul sekitar 24-48 jam kemudian. Namun, nyeri yang terpusat pada sendi lutut dan disertai pembengkakan, penguncian, ketidakstabilan, atau kesulitan menopang tubuh tidak sebaiknya dianggap sebagai DOMS biasa. [1][3]

Kenapa setelah olahraga lutut sakit?

Keluhan dapat berkaitan dengan beban berulang, peningkatan intensitas, gerakan memutar, pendaratan, berhenti mendadak, benturan, atau gangguan yang sudah ada pada lutut. Waktu munculnya nyeri dan gejala penyerta perlu dinilai sebelum menentukan penyebab. [1][2][6][7]

Berapa lama lutut harus diistirahatkan jika terasa nyeri?

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua keadaan. Fase awal cedera memerlukan perlindungan dari aktivitas berat, sedangkan beban ringan dapat dikembalikan secara bertahap setelah fase awal sesuai kondisi dan respons lutut. Jika nyeri atau pembengkakan tidak membaik dalam beberapa hari, lakukan pemeriksaan. [4]

Jika lutut nyeri setelah olahraga, apakah boleh olahraga lagi?

Jangan kembali ke gerakan atau intensitas yang sama apabila nyeri masih berlangsung, lutut bengkak, tidak stabil, terkunci, atau sulit menopang tubuh. Jika keluhan ringan berkurang, aktivitas dapat dikembalikan secara bertahap sesuai toleransi dan kondisi lutut. [4][5][7]

Apa yang perlu diperhatikan pada sakit lutut setelah olahraga lari?

Pada sakit lutut setelah olahraga lari, catat jarak, perubahan kecepatan, permukaan, tanjakan atau turunan, waktu munculnya nyeri, lokasi keluhan, dan kemampuan berjalan setelah latihan. Hentikan lari apabila muncul nyeri berat, pembengkakan, bunyi pop, atau ketidakstabilan. [1][2][6]

Kenapa belakang lutut sakit setelah olahraga?

Nyeri di belakang lutut dapat berkaitan dengan beberapa keadaan. Kista Baker merupakan salah satu kondisi yang dapat menimbulkan nyeri posterior, kaku, pembengkakan, dan keterbatasan menekuk lutut, tetapi lokasi nyeri saja tidak cukup untuk memastikan penyebab. [9]

Berapa lama nyeri lutut dapat hilang?

Durasi bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Nyeri otot tertunda biasanya bersifat sementara, sedangkan cedera pada ligamen, meniskus, atau struktur lutut lain dapat memerlukan penilaian dan rehabilitasi. Keluhan yang tidak membaik atau terus berulang perlu diperiksa. [3][4][6][7]

Apakah lutut yang tidak bengkak berarti tidak cedera?

Tidak. Tidak semua cedera langsung menimbulkan pembengkakan yang jelas. Penilaian juga perlu mempertimbangkan nyeri, kemampuan bergerak, kestabilan, bunyi atau sensasi saat cedera, dan kemampuan menopang tubuh. [1][2][7]

Kesimpulan

Lutut sakit setelah olahraga perlu dinilai berdasarkan waktu munculnya nyeri, jenis aktivitas, kemungkinan benturan atau putaran, lokasi keluhan, pembengkakan, dan kemampuan menggunakan kaki.

Nyeri otot yang muncul sekitar 24-48 jam setelah latihan memiliki pola berbeda dari nyeri pada sendi yang muncul saat olahraga atau disertai penguncian, ketidakstabilan, pembengkakan, dan kesulitan menopang tubuh.

Aktivitas yang memicu nyeri perlu dihentikan. Pada fase awal cedera, lutut dilindungi dari beban berat. Setelah kondisi membaik, aktivitas ringan dan beban dapat dikembalikan secara bertahap sesuai respons tubuh dan hasil pemeriksaan jika diperlukan.

Nyeri berat, bunyi pop, pembengkakan, penguncian, ketidakstabilan, perubahan bentuk, atau ketidakmampuan berjalan memerlukan pemeriksaan medis.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Nyeri Lutut.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mencegah dan Mengatasi Cedera Olahraga.
  3. Alodokter. Nyeri Otot Setelah Olahraga dan Cara Meringankannya.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Metode PEACE and LOVE untuk Pemulihan yang Lebih Baik.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Perawatan dan Pencegahan Kelainan Sendi Lutut.
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Cedera Lutut yang Sering Terjadi pada Atlet dan Orang Aktif.
  7. Alodokter. Cedera Meniskus: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan.
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Lutut Sakit Saat Ditekuk.
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Baker Cyst.
  10. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Cedera Lutut dan Penanganannya.

Baca Juga