|

Lutut Sakit Saat Ditekuk: Kenapa Terjadi dan Cara Mengurangi Keluhan di Rumah

Kenali penyebab lutut sakit saat ditekuk, pola nyeri yang menyertai, gerakan yang memperberat keluhan, serta langkah awal yang dapat dilakukan di rumah.

Pria memegang lutut yang sakit saat ditekuk dengan ilustrasi sendi lutut

Lutut sakit saat ditekuk dapat terasa ketika seseorang jongkok, naik tangga, berdiri setelah duduk, berlutut, atau melakukan aktivitas olahraga. Keluhan ini merupakan salah satu bentuk nyeri sendi, tetapi rasa sakit saat menekuk saja belum cukup untuk menentukan penyebabnya.

Lokasi nyeri, aktivitas pemicu, pembengkakan, kekakuan, riwayat cedera, bunyi yang terasa sakit, serta kemampuan meluruskan kaki perlu diperhatikan secara bersamaan. Kondisi lutut yang berbeda dapat menimbulkan pola keluhan yang hampir sama. [1][2][3]

Catatan medis: Informasi ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari dokter maupun tenaga kesehatan. Penilaian dan penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Jawaban Singkat: Kenapa Lutut Sakit Saat Ditekuk?

Lutut dapat terasa sakit saat ditekuk karena penggunaan berlebihan, iritasi jaringan di sekitar tempurung lutut, cedera meniskus atau ligamen, bursitis, osteoarthritis, maupun gangguan di belakang lutut seperti kista Baker. Kemungkinan penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan satu gerakan. [1][2][3][4][5][6]

Apa yang Terjadi Ketika Lutut Ditekuk?

Saat lutut ditekuk, tempurung lutut bergerak pada alurnya, sedangkan meniskus, ligamen, tendon, otot, tulang rawan, dan bursa di sekitar sendi ikut menerima beban atau mengalami peregangan. Gangguan pada salah satu struktur tersebut dapat menyebabkan rasa sakit ketika lutut bergerak. [2][3][4]

Namun, lokasi nyeri tidak boleh digunakan sendiri untuk menentukan diagnosis. Nyeri di sisi dalam lutut, misalnya, dapat menyerupai keluhan akibat gangguan meniskus, ligamen, maupun pes anserine bursitis. [3][4]

Kenali Pola Nyeri Berdasarkan Lokasi dan Aktivitas

Tabel berikut membantu pembaca menggambarkan keluhan secara lebih teratur. Tabel ini bukan alat untuk menentukan diagnosis.

Pola keluhanAktivitas atau keadaan yang dapat menyertaiInformasi lain yang perlu diperhatikan
Nyeri di depan atau sekitar tempurung lututJongkok, naik tangga, berlari, berlutut, berdiri dari kursi, atau duduk lamaKaku, bunyi, atau rasa tidak nyaman ketika mulai bergerak
Nyeri di sisi dalam lututNaik tangga, aktivitas berulang, atau duduk lama dengan lutut tertekukNyeri tekan, bengkak ringan, atau rasa sakit di bawah garis sendi
Nyeri di belakang lututMenekuk kaki, berjalan, atau berdiriRasa tegang, kaku, bengkak, atau benjolan
Nyeri setelah gerakan memutarMenekuk atau meluruskan kakiLutut tersangkut, terkunci, atau terasa tidak stabil
Nyeri dan kaku yang berkembang perlahanSetelah aktivitas atau setelah lama tidak bergerakBengkak, keterbatasan gerak, atau bunyi gesekan
Lutut merah, panas, dan sangat nyeriDapat muncul tanpa aktivitas tertentuDemam, menggigil, atau tubuh terasa tidak sehat

Nyeri di bagian depan lutut memang dapat muncul setelah duduk lama, saat menggunakan tangga, berlutut, menekuk kaki, atau bangkit dari kursi. Pes anserine bursitis dapat menimbulkan nyeri di sisi dalam lutut yang bertambah saat berolahraga atau menaiki tangga. Kista Baker dapat menyebabkan benjolan, rasa tegang, kekakuan, dan kesulitan menekuk lutut. [2][4][6][9]

Penyebab Lutut Sakit Saat Ditekuk

Gangguan di Sekitar Tempurung Lutut

Patellofemoral pain syndrome merupakan istilah untuk rasa sakit di bagian depan lutut atau di sekitar tempurung lutut. Keluhan sering muncul saat jongkok, naik tangga, berlari, melompat, atau duduk lama dengan posisi lutut tertekuk. [2]

Perubahan intensitas latihan atau aktivitas yang memberi tekanan berulang pada lutut dapat berkaitan dengan munculnya keluhan ini. Sebagian orang juga merasakan bunyi atau sensasi gesekan ketika menggerakkan lutut. [2][9]

Penggunaan Berlebihan atau Cedera Jaringan Lunak

Penggunaan lutut secara berulang, peregangan berlebihan, jatuh, atau gerakan memutar dapat berkaitan dengan keseleo dan cedera jaringan lunak. Nyeri di antara tempurung lutut dan tulang kering setelah aktivitas berulang, seperti berlari atau melompat, juga dapat berkaitan dengan gangguan tendon. [1]

Rasa sakit setelah aktivitas perlu dinilai bersama gejala lain. Pembengkakan berat, perubahan bentuk, ketidakmampuan menopang berat badan, atau kesulitan menggerakkan lutut merupakan tanda yang memerlukan pemeriksaan. [1]

Cedera Meniskus atau Ligamen

Meniskus membantu menyerap dan membagi beban di dalam sendi lutut. Cedera meniskus dapat terjadi setelah gerakan memutar dan dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan, keterbatasan gerak, sensasi tersangkut atau terkunci, serta rasa tidak stabil. [3]

Gangguan ligamen, tendon, meniskus, atau tulang rawan dapat memiliki gejala yang saling menyerupai. Karena itu, rasa sakit saat menekuk tidak dapat digunakan untuk memastikan bagian mana yang mengalami cedera. [1][3]

Bursitis

Bursa adalah kantong kecil berisi cairan yang membantu mengurangi gesekan di sekitar sendi. Pes anserine bursitis terjadi pada bursa di sisi dalam lutut, di antara tulang kering dan tendon hamstring. Keluhan dapat berupa nyeri tekan di sisi dalam, rasa sakit saat berolahraga atau naik tangga, serta kekakuan setelah duduk lama dengan lutut tertekuk. [4]

Bursitis di depan tempurung lutut juga dapat muncul akibat tekanan berulang ketika berlutut atau setelah benturan langsung. Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, rasa hangat, dan keterbatasan saat menekuk lutut. [1][10]

Osteoarthritis Lutut

Osteoarthritis dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan, kesulitan menggerakkan sendi, serta bunyi gesekan atau retakan ketika lutut bergerak. Tingkat keluhan dapat berbeda pada setiap orang. [5]

Gejalanya dapat berkembang secara bertahap dan menjadi lebih jelas setelah aktivitas atau setelah sendi tidak digerakkan selama beberapa waktu. Namun, usia atau bunyi pada lutut saja tidak cukup untuk memastikan osteoarthritis. [5]

Kista Baker

Kista Baker adalah benjolan berisi cairan di belakang lutut. Selain benjolan, seseorang dapat mengalami nyeri pada lutut atau tungkai, rasa tegang, kekakuan, bunyi klik, dan kesulitan menekuk lutut. Keluhan dapat terasa lebih berat setelah berjalan. [6]

Benjolan yang tidak diketahui penyebabnya sebaiknya diperiksakan. Nyeri dan pembengkakan di belakang lutut atau betis yang tiba-tiba memburuk juga memerlukan pertolongan segera karena dapat menyerupai gejala bekuan darah. [6]

Apa yang Tidak Dapat Diketahui Hanya dari Rasa Sakit Saat Menekuk?

Rasa sakit saat lutut ditekuk tidak dapat digunakan sendiri untuk memastikan adanya robekan meniskus, bursitis, osteoarthritis, atau gangguan di sekitar tempurung lutut. Kondisi-kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan yang mirip. [1][3][4][5]

Beberapa informasi berikut lebih berguna untuk menggambarkan pola keluhan:

  • lokasi rasa sakit;
  • aktivitas yang memicu nyeri;
  • ada atau tidaknya cedera;
  • pembengkakan atau rasa panas;
  • kemampuan menekuk dan meluruskan lutut;
  • sensasi terkunci atau tidak stabil;
  • bunyi yang disertai rasa sakit;
  • perubahan bentuk lutut.

Informasi tersebut tetap tidak menggantikan pemeriksaan, tetapi dapat membantu menjelaskan keluhan dengan lebih lengkap.

Periksa Pola Keluhan Lutut Anda

Gunakan pertanyaan berikut untuk mencatat keadaan lutut, bukan untuk menentukan diagnosis:

  1. Apakah nyeri berada di depan, belakang, sisi dalam, atau sisi luar lutut?
  2. Apakah rasa sakit muncul saat mulai menekuk atau hanya saat lutut ditekuk penuh?
  3. Apakah lutut juga sakit ketika diluruskan?
  4. Apakah sebelumnya terjadi jatuh, benturan, atau gerakan memutar?
  5. Apakah terdapat pembengkakan, rasa panas, atau perubahan warna?
  6. Apakah lutut terasa tersangkut, terkunci, atau tidak stabil?
  7. Apakah kaki dapat diluruskan sepenuhnya?
  8. Apakah keluhan muncul setelah duduk lama, menggunakan tangga, jongkok, atau berolahraga?

Gejala seperti penguncian, ketidakstabilan, keterbatasan rentang gerak, pembengkakan, atau ketidakmampuan menopang berat badan termasuk informasi penting ketika menilai gangguan lutut. [1][3]

Cara Mengurangi Keluhan di Rumah

Keluhan ringan tanpa perubahan bentuk, pembengkakan berat, penguncian, atau ketidakmampuan berjalan dapat diawali dengan perawatan di rumah. Namun, tindakan yang dipilih perlu disesuaikan dengan kondisi lutut. [1]

Kurangi Aktivitas yang Memicu Nyeri

Pada tahap awal, NHS menyarankan mengurangi beban pada lutut dan menghindari berdiri terlalu lama. Pada keluhan di sekitar tempurung lutut, aktivitas yang memicu rasa sakit juga dapat dikurangi sementara. [1][2]

Mengurangi aktivitas pemicu tidak berarti lutut harus terus diam. Namun, gerakan yang menyebabkan nyeri tajam, penguncian, atau rasa tidak stabil tidak perlu dipaksakan.

Ubah Posisi Secara Berkala

Duduk lama dengan lutut tertekuk dapat memperjelas nyeri di bagian depan lutut. Mengubah posisi secara berkala dapat mengurangi waktu lutut berada dalam posisi yang sama. [2][9]

Pilihan gerakan ringan perlu disesuaikan dengan kondisi lutut. Gerakan tidak boleh dipaksakan apabila menimbulkan nyeri tajam, penguncian, atau ketidakstabilan. [1][3]

Apakah Lutut Boleh Dikompres?

Rasa sakit saat lutut ditekuk belum cukup untuk menentukan apakah kompres diperlukan. Pemilihan kompres hangat atau dingin perlu mempertimbangkan cedera baru, pembengkakan, rasa panas, kekakuan, kondisi kulit, dan kemampuan merasakan suhu.

Dingin digunakan dalam panduan pertolongan awal untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan setelah cedera. Panas dapat membantu pada beberapa keadaan yang disertai kekakuan, tetapi tidak dianjurkan pada sendi yang sudah terasa hangat dan meradang. Sumber panas maupun dingin tidak boleh ditempelkan langsung pada kulit. [7]

Kompres tidak dapat menentukan atau mengobati penyebab lutut sakit saat ditekuk.

Catatan Singkat Pola Nyeri

Tabel berikut dapat disalin dan diisi setiap kali keluhan muncul:

TanggalAktivitas sebelum nyeriLokasi nyeriNyeri 0–10Bengkak/kakuTerkunci/tidak stabilCatatan

Catatan ini dapat membantu mengingat kapan nyeri muncul dan gejala apa yang menyertainya. Skala angka hanya digunakan untuk membandingkan keluhan yang dirasakan oleh orang yang sama dari waktu ke waktu, bukan untuk menentukan diagnosis.

Kapan Lutut Perlu Segera Diperiksakan?

Cari pertolongan medis apabila:

  • lutut terasa sangat nyeri;
  • kaki tidak dapat menopang berat badan;
  • lutut tidak dapat digerakkan;
  • bentuk lutut berubah;
  • terjadi pembengkakan berat;
  • lutut terkunci, terasa tidak stabil, atau mengeluarkan bunyi klik yang menyakitkan;
  • lutut merah dan panas disertai demam, menggigil, atau tubuh terasa tidak sehat. [1][8]

Keluhan yang tidak membaik dalam beberapa minggu juga perlu diperiksakan. [1]

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa lutut sakit saat ditekuk?

Kemungkinan penyebabnya meliputi penggunaan berlebihan, gangguan di sekitar tempurung lutut, cedera meniskus atau ligamen, bursitis, osteoarthritis, dan gangguan di belakang lutut. Gejala lain perlu dinilai karena satu gerakan tidak cukup untuk menentukan penyebab. [1][2][3][4][5][6]

Kenapa lutut sakit saat ditekuk dan diluruskan?

Nyeri pada kedua arah gerakan dapat muncul ketika struktur di dalam atau sekitar lutut mengalami iritasi, cedera, atau kekakuan. Penguncian, pembengkakan, keterbatasan gerak, dan rasa tidak stabil merupakan gejala yang perlu diperhatikan. [1][3][5]

Kenapa lutut sakit setelah duduk lama?

Nyeri setelah duduk dengan lutut tertekuk dalam waktu lama merupakan salah satu pola yang dijelaskan pada patellofemoral pain syndrome dan pes anserine bursitis. Namun, keluhan tersebut tetap tidak menentukan diagnosis secara langsung. [2][4]

Kenapa belakang lutut sakit saat ditekuk?

Kista Baker merupakan salah satu kemungkinan, terutama apabila terdapat benjolan, rasa tegang, kaku, atau kesulitan menekuk lutut. Nyeri di belakang lutut juga dapat berasal dari gangguan lain. [6]

Apakah lutut sakit saat ditekuk boleh dikompres?

Jenis kompres tidak dapat dipilih hanya berdasarkan rasa sakit saat menekuk. Dingin lebih sering digunakan setelah cedera baru atau ketika terdapat pembengkakan, sedangkan panas dapat digunakan pada beberapa keadaan yang didominasi kekakuan. [7]

Apakah bunyi pada lutut selalu berbahaya?

Bunyi tanpa rasa sakit dapat terjadi dan tidak selalu menunjukkan gangguan serius. Bunyi yang disertai nyeri, pembengkakan, penguncian, atau ketidakstabilan perlu diperiksakan. [1][3]

Kesimpulan

Lutut sakit saat ditekuk dapat berkaitan dengan berbagai struktur di dalam dan sekitar sendi. Rasa sakit di depan, sisi dalam, maupun belakang lutut dapat memiliki pola dan kemungkinan penyebab yang berbeda.

Lokasi nyeri, aktivitas pemicu, pembengkakan, kekakuan, riwayat cedera, kemampuan meluruskan kaki, serta adanya penguncian atau ketidakstabilan memberikan gambaran yang lebih lengkap dibandingkan satu gejala saja.

Keluhan ringan dapat diawali dengan mengurangi aktivitas pemicu dan menghindari posisi yang sama terlalu lama. Pemilihan kompres perlu mempertimbangkan gejala yang menyertai dan tidak boleh digunakan untuk menebak penyebab nyeri.

Referensi

  1. National Health Service. Knee Pain.
  2. American Academy of Orthopaedic Surgeons. Patellofemoral Pain Syndrome.
  3. American Academy of Orthopaedic Surgeons. Meniscus Tears.
  4. American Academy of Orthopaedic Surgeons. Pes Anserine (Knee Tendon) Bursitis.
  5. National Health Service. Osteoarthritis.
  6. National Health Service. Baker’s Cyst.
  7. Gloucestershire Hospitals NHS Foundation Trust. Ice and Heat Treatment; Managing a Flare.
  8. National Health Service. Septic Arthritis.
  9. Newcastle Hospitals NHS Foundation Trust. Anterior Knee Pain.
  10. American Academy of Orthopaedic Surgeons. Prepatellar (Kneecap) Bursitis.

Baca Juga