|

Siku Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan: Penyebab Berdasarkan Lokasi Nyeri

Siku dapat terasa sakit saat ditekuk atau diluruskan. Kenali lokasi nyeri, aktivitas pemicu, gejala penyerta, dan kapan perlu diperiksa.

Pria memegang siku yang sakit saat ditekuk dan diluruskan

Siku sakit saat ditekuk dan diluruskan dapat terasa ketika seseorang mengangkat barang, makan, berpakaian, mendorong pintu, atau mengubah posisi lengan setelah lama diam. Keluhan ini termasuk dalam pembahasan nyeri sendi, tetapi gerakan yang memicu rasa sakit belum cukup untuk menentukan penyebabnya.

Sendi siku mempertemukan tulang lengan atas dengan dua tulang lengan bawah. Di sekitarnya terdapat ligamen, tendon, otot, bursa, saraf, dan jaringan lunak lain yang bekerja bersama ketika lengan ditekuk, diluruskan, atau diputar. Gangguan pada struktur yang berbeda dapat menghasilkan pola nyeri yang serupa. [1]

Karena itu, perhatikan lokasi nyeri, waktu munculnya keluhan, aktivitas sebelumnya, riwayat jatuh atau benturan, pembengkakan, keterbatasan gerak, serta adanya kesemutan atau kelemahan tangan.

Catatan medis: Informasi ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari dokter maupun tenaga kesehatan. Penilaian dan penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Jawaban Singkat: Kenapa Siku Sakit Saat Ditekuk atau Diluruskan?

Siku dapat terasa sakit ketika ditekuk atau diluruskan akibat penggunaan lengan secara berulang, gangguan tendon di bagian dalam atau luar siku, iritasi bursa, tekanan pada saraf, cedera jaringan lunak, perubahan pada sendi, atau cedera tulang setelah jatuh dan benturan. [1][2][3]

Kemungkinan penyebab tidak dapat ditentukan hanya dengan mencoba menekuk dan meluruskan lengan. Lokasi nyeri dan gejala penyerta perlu dinilai secara bersamaan.

Pemeriksaan lebih cepat diperlukan apabila keluhan disertai:

  • perubahan bentuk siku;
  • pembengkakan yang berkembang cepat;
  • nyeri berat setelah jatuh atau benturan;
  • ketidakmampuan menekuk atau meluruskan lengan;
  • siku merah, panas, dan sangat nyeri;
  • demam atau tubuh terasa tidak sehat;
  • kesemutan yang menetap;
  • mati rasa atau kelemahan pada tangan. [7][8]

Apa yang Terjadi Ketika Siku Ditekuk dan Diluruskan?

Gerakan menekuk siku disebut fleksi, sedangkan gerakan meluruskan siku disebut ekstensi. Sendi siku juga ikut bekerja saat telapak tangan diputar menghadap ke atas atau ke bawah.

Ketika lengan ditekuk, otot di bagian depan lengan berkontraksi, sedangkan jaringan di bagian belakang siku mengalami perubahan tegangan. Saat lengan diluruskan, otot dan tendon di bagian belakang lengan bekerja, sementara struktur di bagian depan dan sekitar sendi ikut bergerak.

Rasa sakit dapat muncul ketika salah satu jaringan menerima beban, tertarik, tertekan, membengkak, atau mengalami keterbatasan gerak. Namun, arah gerakan tidak dapat digunakan sendiri untuk menentukan jaringan yang bermasalah.

Kenali Nyeri Siku Berdasarkan Lokasinya

Lokasi nyeri membantu menggambarkan keluhan, tetapi bukan alat untuk menetapkan diagnosis. Pembagian berikut dapat digunakan untuk mencatat bagian yang terasa sakit sebelum pemeriksaan. [1]

Lokasi nyeriAktivitas atau keadaan yang dapat menyertaiHal lain yang perlu diperhatikan
Bagian luar sikuMenggenggam, mengangkat, memutar gagang, atau meluruskan pergelanganNyeri tekan, genggaman melemah, sakit menjalar ke lengan bawah
Bagian dalam sikuMenekuk pergelangan, menarik, membawa barang, atau gerakan berulangKesemutan, nyeri menjalar, rasa tidak nyaman pada jari manis atau kelingking
Bagian belakang atau ujung sikuBersandar pada siku, menekuk lengan, atau setelah benturanBengkak, benjolan, kemerahan, hangat, atau nyeri saat ditekan
Bagian depan sikuMengangkat barang atau menekuk lengan melawan tahananNyeri saat telapak diputar, kelemahan, atau sensasi mendadak saat mengangkat
Nyeri terasa di seluruh sendiMenekuk dan meluruskan dalam berbagai aktivitasKaku, bengkak, bunyi gesekan, atau rentang gerak berkurang

Siku Sakit Saat Ditekuk

Nyeri ketika siku ditekuk dapat muncul karena gerakan tersebut menarik, menekan, atau mengubah posisi jaringan di sekitar sendi. Keluhan dapat terasa hanya menjelang siku tertekuk penuh atau sejak awal lengan mulai bergerak.

Hal yang perlu dicatat meliputi:

  • apakah nyeri berada di dalam, luar, depan, atau belakang siku;
  • apakah lengan dapat ditekuk sampai posisi biasa;
  • apakah rasa sakit muncul tanpa membawa beban;
  • apakah keluhan bertambah saat menggenggam atau memutar pergelangan;
  • apakah terdapat bengkak, benjolan, kesemutan, atau kelemahan.

Nyeri di bagian dalam siku yang disertai kesemutan pada jari manis dan kelingking dapat berkaitan dengan iritasi saraf ulnaris di sekitar cubital tunnel. Gejala pada sebagian orang menjadi lebih jelas ketika siku lama berada dalam posisi tertekuk, termasuk saat tidur atau menggunakan telepon. [4]

Rasa sakit di bagian luar siku yang bertambah ketika menggenggam, mengangkat, atau meluruskan pergelangan dapat berkaitan dengan gangguan tendon ekstensor. Pola ini sering disebut lateral epicondylitis atau tennis elbow, meskipun keluhan tidak hanya dialami pemain tenis. [2][3]

Siku Sakit Saat Diluruskan

Siku sakit saat diluruskan dapat terasa ketika lengan bergerak dari posisi tertekuk, ketika mencoba mencapai posisi lurus penuh, atau setelah lengan lama tidak bergerak.

Nyeri di bagian luar dapat muncul bersama aktivitas yang melibatkan genggaman dan gerakan pergelangan berulang. Nyeri di belakang siku dapat terasa ketika jaringan di sekitar ujung siku membengkak atau menerima tekanan. [2][5]

Keterbatasan untuk meluruskan siku juga perlu dinilai berdasarkan awal kejadiannya. Apabila keluhan muncul setelah jatuh dengan tangan menahan tubuh, cedera pada kepala tulang radius dapat menyebabkan nyeri di bagian luar, pembengkakan, serta kesulitan menekuk, meluruskan, atau memutar lengan bawah. [7]

Jangan memaksa siku mencapai posisi lurus apabila gerakannya terhenti karena nyeri tajam, bengkak, atau hambatan yang terasa jelas.

Siku Sakit Saat Ditekuk dan Diluruskan

Rasa sakit yang muncul pada kedua arah gerakan dapat berkaitan dengan jaringan di sekitar sendi maupun struktur di dalam sendi. Pola tersebut dapat ditemukan pada cedera jaringan lunak, pembengkakan, bursitis, artritis, atau cedera tulang. [1][5][6][7]

Catat apakah:

  • nyeri hanya muncul pada ujung gerakan;
  • seluruh rentang gerak terasa sakit;
  • siku terasa kaku setelah lama diam;
  • terdapat bunyi atau sensasi tersangkut;
  • gerakan semakin terbatas;
  • siku terlihat lebih besar dibandingkan sisi lainnya;
  • keluhan muncul setelah cedera.

Jika rasa sakit disertai perubahan bentuk atau pembengkakan yang terlokalisasi di ujung maupun sekitar sendi, ciri benjolan di siku perlu dinilai terpisah dari nyeri yang hanya muncul ketika lengan bergerak.

Siku Tangan Kanan atau Kiri Sakit Saat Ditekuk

Nyeri dapat terjadi pada siku kanan, siku kiri, atau keduanya. Sisi yang sakit tidak secara langsung menentukan penyebab.

Keluhan pada satu sisi dapat lebih mudah muncul apabila lengan tersebut lebih sering digunakan untuk:

  • mengangkat dan membawa barang;
  • bekerja dengan alat;
  • menggunakan mouse atau perangkat tertentu;
  • berolahraga;
  • menggenggam dan memutar benda;
  • menopang kepala atau tubuh;
  • melakukan gerakan yang sama berulang kali.

Perbandingan dengan siku yang tidak sakit tetap berguna. Perhatikan apakah terdapat perbedaan bentuk, pembengkakan, kekuatan tangan, dan kemampuan meluruskan lengan.

Nyeri pada kedua siku yang disertai kekakuan lama setelah bangun, pembengkakan pada sendi lain, atau keluhan umum perlu dinilai lebih luas karena dapat berkaitan dengan kondisi yang tidak hanya mengenai satu siku. [6]

Siku Sakit Saat Ditekan

Nyeri saat siku ditekan dapat berasal dari jaringan yang terletak dekat permukaan, misalnya tendon, bursa, kulit, atau jaringan lunak setelah benturan.

Lokasi tekanan perlu dijelaskan secara spesifik:

  • tepat pada tulang yang menonjol di bagian luar;
  • pada tonjolan bagian dalam;
  • di ujung belakang siku;
  • sedikit di atas atau di bawah sendi;
  • pada area bengkak tertentu.

Bursa olecranon berada di atas ujung tulang siku. Ketika bursa tersebut mengalami iritasi atau peradangan, bagian belakang siku dapat membengkak dan terasa nyeri, terutama saat ditekan, digunakan sebagai tumpuan, atau ditekuk. [5]

Nyeri tekan yang disertai kulit merah, hangat, luka, cairan, demam, atau kondisi tubuh yang memburuk perlu diperiksa lebih cepat.

Kondisi yang Dapat Berkaitan dengan Nyeri Siku

Gangguan Tendon di Bagian Luar Siku

Tendon pada bagian luar siku membantu menggerakkan pergelangan dan jari. Penggunaan berulang dapat berkaitan dengan nyeri di sekitar epikondilus lateral.

Keluhan biasanya bertambah ketika seseorang:

  • menggenggam kuat;
  • mengangkat benda;
  • berjabat tangan;
  • memutar gagang pintu;
  • menggunakan alat;
  • meluruskan pergelangan melawan tahanan. [2]

Gangguan Tendon di Bagian Dalam Siku

Tendon pada bagian dalam siku membantu gerakan menekuk pergelangan dan memutar lengan bawah. Aktivitas berulang, mengangkat beban, atau gerakan olahraga tertentu dapat memicu nyeri dan sensitivitas di sisi dalam siku. [3]

Nyeri bagian dalam yang disertai kesemutan tidak boleh langsung dianggap sebagai gangguan tendon karena saraf ulnaris juga melewati area tersebut.

Iritasi Saraf Ulnaris

Saraf ulnaris melewati sisi dalam siku dan menuju jari manis serta kelingking. Tekanan atau tarikan pada saraf dapat menimbulkan nyeri di bagian dalam siku, kesemutan, mati rasa, dan pada kondisi lebih berat, kelemahan genggaman. [4]

Gejala saraf perlu dibedakan dari nyeri yang hanya terasa pada tendon atau sendi.

Olecranon Bursitis

Bursa di bagian belakang siku membantu mengurangi gesekan antara kulit dan tulang. Tekanan berulang, benturan, peradangan, maupun infeksi dapat membuat area tersebut membengkak. [5]

Bursitis dapat menimbulkan pembengkakan yang terlihat jelas, tetapi tingkat nyeri dapat berbeda. Pada sebagian orang, pembengkakan lebih menonjol daripada rasa sakit.

Perubahan pada Sendi

Osteoarthritis siku dapat menyebabkan nyeri dan berkurangnya rentang gerak. Sebagian orang juga merasakan kaku, bunyi gesekan, atau kesulitan meluruskan lengan secara penuh. [6]

Nyeri sendi juga dapat muncul pada kondisi peradangan lain. Pemeriksaan diperlukan apabila siku bengkak, hangat, kaku dalam waktu lama, atau keluhan terjadi pada beberapa sendi.

Cedera Jaringan Lunak

Keseleo, tarikan otot, memar, tendinopati, dan bursitis dapat berkembang setelah gerakan mendadak, benturan, maupun penggunaan berulang. Nyeri dapat bertambah ketika jaringan yang cedera digunakan kembali sebelum pulih. [3]

Patah Tulang atau Dislokasi

Cedera tulang dan dislokasi biasanya berkaitan dengan jatuh, benturan keras, kecelakaan, atau beban mendadak pada lengan. Gejalanya dapat berupa nyeri kuat, pembengkakan, perubahan bentuk, dan ketidakmampuan menggerakkan siku. [7]

Jangan mencoba meluruskan atau mengembalikan posisi siku sendiri setelah cedera yang menyebabkan perubahan bentuk.

Aktivitas Apa yang Dapat Memicu Nyeri Siku?

Aktivitas pemicu berbeda pada setiap orang. Beberapa gerakan yang perlu dicatat antara lain:

  • mengangkat tas, galon, atau peralatan;
  • membawa anak;
  • menggenggam alat atau raket;
  • membuka tutup wadah;
  • mendorong atau menarik benda;
  • memutar pergelangan dan lengan bawah;
  • bersandar lama pada siku;
  • bekerja dengan gerakan tangan berulang;
  • latihan beban;
  • olahraga raket atau lempar.

Informasi tentang frekuensi, durasi, berat benda, dan perubahan aktivitas membantu tenaga kesehatan menilai pola keluhan. [1]

Langkah Awal yang Dapat Dilakukan

Kurangi Aktivitas Pemicu

Hentikan sementara atau kurangi aktivitas yang berulang kali menimbulkan nyeri. Tidak perlu mengistirahatkan seluruh lengan apabila gerakan ringan masih nyaman, tetapi jangan terus menguji siku melalui rasa sakit tajam.

Hindari Memaksa Rentang Gerak

Tekuk dan luruskan siku hanya dalam rentang yang masih dapat dilakukan dengan nyaman. Memaksa gerakan tidak membantu menentukan penyebab dan dapat memperberat keluhan setelah cedera.

Gunakan Kompres dengan Aman

Kompres dingin atau hangat yang dibungkus kain dapat digunakan selama sekitar 10–15 menit. Suhu dingin lebih sering dipilih ketika terdapat pembengkakan atau keluhan setelah aktivitas, sedangkan suhu hangat dapat terasa lebih nyaman pada kekakuan tanpa pembengkakan baru. [8]

Jangan meletakkan es atau sumber panas langsung pada kulit dan jangan menggunakannya pada kulit yang mati rasa atau terluka.

Catat Perubahan Keluhan

Catat:

  • aktivitas yang memicu rasa sakit;
  • lokasi nyeri;
  • kemampuan menekuk dan meluruskan;
  • adanya bengkak atau perubahan bentuk;
  • kesemutan atau mati rasa;
  • perubahan kekuatan genggaman;
  • berapa lama keluhan berlangsung.

Catatan tersebut lebih membantu daripada mencoba menentukan diagnosis sendiri berdasarkan satu gejala.

Bagaimana Dokter Menilai Nyeri Siku?

Pemeriksaan biasanya dimulai dengan menanyakan kapan keluhan muncul, aktivitas pemicu, lokasi nyeri, riwayat cedera, pekerjaan, olahraga, dan gejala pada tangan.

Dokter dapat memeriksa:

  • bentuk dan pembengkakan siku;
  • lokasi nyeri tekan;
  • rentang gerak aktif dan pasif;
  • kekuatan lengan dan genggaman;
  • stabilitas sendi;
  • sensasi pada tangan dan jari;
  • gerakan pergelangan serta lengan bawah. [1]

Pemeriksaan tambahan tidak selalu diperlukan. Rontgen lebih sering digunakan ketika dicurigai cedera tulang, perubahan sendi, atau trauma akut. USG dapat membantu melihat beberapa tendon, bursa, dan jaringan lunak secara dinamis. MRI dapat dipertimbangkan pada keluhan kronis atau ketika diperlukan gambaran jaringan yang lebih rinci. Pemeriksaan saraf dapat dilakukan jika terdapat mati rasa, kesemutan, atau kelemahan. [1][4]

Kapan Siku Perlu Diperiksa?

Buat janji pemeriksaan apabila:

  • nyeri semakin berat atau sering kembali;
  • keluhan mengganggu pekerjaan, tidur, atau aktivitas harian;
  • siku semakin sulit ditekuk atau diluruskan;
  • bengkak tidak berkurang;
  • terdapat kesemutan atau mati rasa;
  • kekuatan tangan berkurang;
  • rasa sakit menetap selama beberapa minggu meskipun aktivitas pemicu sudah dikurangi. [8]

Cari pertolongan lebih cepat jika:

  • nyeri muncul setelah jatuh atau benturan keras;
  • terdengar bunyi patah atau snap saat cedera;
  • siku berubah bentuk;
  • lengan tidak dapat digerakkan;
  • pembengkakan berkembang cepat;
  • tangan terasa lemah atau kehilangan sensasi;
  • siku merah, panas, bengkak, dan disertai demam;
  • nyeri sangat berat. [7][8]

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa siku terasa sakit saat ditekuk?

Nyeri saat siku ditekuk dapat berkaitan dengan tendon, bursa, saraf, jaringan lunak, atau struktur sendi. Lokasi nyeri, aktivitas pemicu, serta adanya bengkak dan kesemutan perlu dinilai bersama.

Kenapa siku sakit saat diluruskan?

Rasa sakit dapat muncul ketika tendon atau jaringan di sekitar siku menerima beban, ketika bagian belakang siku membengkak, atau ketika rentang gerak sendi terganggu. Nyeri setelah jatuh perlu diperiksa untuk menyingkirkan cedera tulang.

Apakah nyeri siku kanan berbeda dengan siku kiri?

Sisi kanan atau kiri tidak menentukan penyebab. Perhatikan lengan yang lebih sering digunakan, aktivitas berulang, lokasi nyeri, riwayat cedera, serta perbedaan gerak dan kekuatan antara kedua sisi.

Kenapa siku sakit saat ditekan?

Nyeri tekan dapat berkaitan dengan tendon, bursa, memar, pembengkakan, atau jaringan lain yang berada dekat permukaan. Lokasi tepat dan kondisi kulit perlu diperhatikan.

Bolehkah tetap berolahraga saat siku sakit?

Aktivitas yang menimbulkan nyeri tajam, memperbesar bengkak, atau mengurangi kekuatan sebaiknya dihentikan sementara. Kembali berolahraga perlu dilakukan bertahap setelah gerakan sehari-hari dapat dilakukan dengan nyaman.

Apakah siku yang sakit sebaiknya dikompres hangat atau dingin?

Kompres dingin lebih sering digunakan setelah aktivitas atau ketika terdapat pembengkakan baru. Kompres hangat dapat digunakan untuk kekakuan tanpa pembengkakan akut. Keduanya hanya membantu gejala sementara dan tidak menentukan penyebab.

Kapan nyeri siku dianggap serius?

Nyeri perlu dinilai lebih cepat jika terjadi setelah cedera, menyebabkan perubahan bentuk, membuat lengan tidak dapat bergerak, atau disertai bengkak cepat, demam, kemerahan, mati rasa, maupun kelemahan.

Kesimpulan

Siku sakit saat ditekuk dan diluruskan dapat berkaitan dengan tendon, bursa, saraf, sendi, jaringan lunak, atau cedera tulang. Gerakan pemicu perlu dinilai bersama lokasi nyeri, aktivitas sebelumnya, pembengkakan, perubahan rentang gerak, dan gejala pada tangan.

Kurangi aktivitas yang memperberat keluhan dan jangan memaksa siku melalui nyeri tajam. Pemeriksaan diperlukan apabila gerakan semakin terbatas, keluhan menetap, atau muncul tanda cedera, infeksi, dan gangguan saraf.

Referensi

  1. Evaluation of Elbow Pain in Adults — American Family Physician
  2. Tennis Elbow — Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI
  3. Tendinitis — Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI
  4. Cubital Tunnel Syndrome — American Academy of Orthopaedic Surgeons
  5. Elbow Olecranon Bursitis — American Academy of Orthopaedic Surgeons
  6. Osteoarthritis of the Elbow — American Academy of Orthopaedic Surgeons
  7. Radial Head Fractures of the Elbow — American Academy of Orthopaedic Surgeons
  8. Elbow and Arm Pain — NHS

Baca Juga