|

13 Penyebab Nyeri Bahu yang Paling Umum

Kenali berbagai penyebab nyeri bahu, mulai dari penggunaan berlebihan dan peradangan tendon hingga cedera, radang sendi, serta gangguan saraf di leher.

Nyeri bahu dapat muncul secara tiba-tiba setelah cedera atau berkembang perlahan akibat aktivitas yang dilakukan berulang kali. Keluhan ini dapat terasa ketika lengan diangkat, diputar, digerakkan ke belakang, atau digunakan untuk membawa barang. Pada sebagian orang, rasa sakit juga muncul saat beristirahat dan menjadi lebih mengganggu pada malam hari.

Waktu munculnya keluhan juga dapat membantu menggambarkan pola nyeri. Jika bahu sakit saat bangun tidur atau ketika lengan pertama kali digerakkan pada pagi hari, perhatikan posisi tidur, sisi bahu yang terasa sakit, keterbatasan gerak, serta gejala lain yang menyertai.

Sumber nyeri tidak selalu berasal dari tulang atau sendi bahu. Gangguan pada otot, tendon, ligamen, bantalan sendi, maupun saraf di sekitar leher juga dapat menimbulkan keluhan pada area tersebut. Karena struktur bahu saling berhubungan, beberapa kondisi dapat menimbulkan gejala yang hampir sama, seperti nyeri, kaku, kelemahan, dan keterbatasan gerak.

Memahami berbagai penyebab nyeri bahu dapat membantu mengenali bagian tubuh yang mungkin mengalami gangguan. Namun, penyebab pastinya tetap perlu ditentukan berdasarkan pola gejala, riwayat aktivitas atau cedera, dan pemeriksaan fisik.

Mengapa Bahu Mudah Mengalami Nyeri?

Bahu merupakan salah satu sendi dengan jangkauan gerak paling luas. Sendi ini memungkinkan lengan bergerak ke atas, ke samping, ke depan, ke belakang, serta berputar.

Kemampuan bergerak yang luas membuat bahu sangat bergantung pada jaringan penunjang. Kepala tulang lengan atas berada pada lekukan tulang bahu yang relatif dangkal. Agar tetap stabil, sendi bahu ditopang oleh beberapa struktur, yaitu:

  • kelompok otot dan tendon pemutar bahu atau rotator cuff, yang membantu menjaga posisi kepala tulang lengan;
  • tendon yang menghubungkan otot dengan tulang;
  • ligamen yang menjaga tulang agar tidak bergeser terlalu jauh;
  • cincin jaringan penstabil sendi atau labrum;
  • kantong berisi cairan atau bursa, yang mengurangi gesekan ketika bahu bergerak;
  • otot di sekitar bahu dan tulang belikat.

Jika salah satu bagian tersebut mengalami iritasi, peradangan, peregangan berlebihan, atau robekan, gerakan bahu dapat menjadi nyeri dan terbatas.

Penyebab Nyeri Bahu yang Paling Sering Terjadi

1. Penggunaan Bahu Secara Berlebihan

Penggunaan bahu secara berlebihan atau overuse merupakan salah satu penyebab nyeri bahu yang paling sering terjadi. Kondisi ini dapat muncul ketika seseorang melakukan gerakan yang sama terus-menerus atau menggunakan bahu untuk aktivitas berat dalam waktu lama.

Aktivitas yang dapat memberikan tekanan berulang pada bahu meliputi:

  • mengangkat atau memindahkan barang berat;
  • membawa tas berat pada satu sisi;
  • bekerja dengan posisi tangan terangkat;
  • mencangkul atau melakukan pekerjaan fisik berat;
  • berenang;
  • bermain tenis, baseball, panahan, atau golf;
  • melakukan latihan angkat beban;
  • melakukan gerakan melempar secara berulang.

Gerakan yang terus diulang dapat membuat tendon dan jaringan lunak di dalam bahu mengalami iritasi. Pada awalnya, keluhan mungkin hanya terasa setelah beraktivitas. Jika tekanan berlangsung terus-menerus, nyeri dapat muncul setiap kali lengan digerakkan.

2. Peradangan Tendon Bahu

Peradangan tendon atau tendonitis adalah kondisi ketika tendon, yaitu jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang, mengalami iritasi atau peradangan.

Pada bahu, kondisi ini sering berkaitan dengan penggunaan lengan secara berlebihan dan gerakan yang dilakukan berulang kali dalam jangka panjang.

Peradangan tendon dapat menimbulkan nyeri ketika seseorang:

  • mengangkat tangan ke atas;
  • memutar lengan;
  • menjangkau benda di tempat tinggi;
  • menggerakkan tangan ke depan atau ke belakang;
  • berbaring pada sisi bahu yang sakit.

Rasa sakit biasanya lebih jelas ketika tendon yang mengalami gangguan digunakan untuk menggerakkan sendi.

3. Gangguan atau Robekan Rotator Cuff

Rotator cuff merupakan kelompok otot dan tendon yang membantu menggerakkan sekaligus menjaga kestabilan bahu. Struktur ini mempertahankan kepala tulang lengan agar tetap berada pada posisi yang sesuai di dalam sendi.

Rotator cuff dapat mengalami iritasi, peregangan, atau robekan akibat:

  • gerakan lengan yang berulang;
  • aktivitas mengangkat beban;
  • cedera olahraga;
  • jatuh dengan tangan terentang;
  • perubahan jaringan seiring bertambahnya usia.

Keluhan yang sering muncul adalah nyeri saat mengangkat tangan, rasa lemah ketika membawa benda, dan sakit pada malam hari. Nyeri juga dapat menjalar dari bahu menuju lengan atas.

Robekan yang terjadi secara tiba-tiba biasanya berkaitan dengan benturan atau cedera. Sementara itu, kerusakan yang berkembang perlahan dapat terjadi akibat penggunaan bahu dalam waktu lama.

4. Penjepitan Jaringan Bahu

Penjepitan jaringan bahu atau shoulder impingement terjadi ketika tendon atau jaringan lunak di area bahu terjepit di antara struktur tulang saat lengan diangkat. Tekanan yang terjadi berulang kali dapat menyebabkan jaringan tersebut teriritasi dan menimbulkan nyeri.

Keluhan biasanya terasa ketika tangan diangkat ke samping atau ke atas kepala. Bahu juga dapat terasa seperti tertahan, tersangkut, atau tidak dapat bergerak dengan nyaman.

Kondisi ini kerap berkaitan dengan aktivitas yang banyak melibatkan gerakan tangan di atas kepala, seperti berenang, melempar, mengecat dinding, atau mengambil barang dari tempat tinggi.

5. Peradangan Bursa Bahu

Peradangan bursa atau bursitis terjadi ketika kantong kecil berisi cairan di sekitar sendi bahu mengalami peradangan. Bursa berfungsi sebagai bantalan yang mengurangi gesekan antara tulang, tendon, dan jaringan lain ketika bahu bergerak.

Bursitis dapat dipicu oleh gerakan berulang, aktivitas berlebihan, atau tekanan yang berlangsung lama pada bahu.

Keluhan yang dapat menyertai bursitis antara lain:

  • nyeri ketika lengan diangkat;
  • bahu terasa tidak nyaman saat ditekan;
  • rasa sakit ketika tidur miring pada sisi yang bermasalah;
  • kesulitan menggerakkan lengan;
  • pembengkakan di sekitar bahu.

Bursitis dapat muncul sendiri atau terjadi bersamaan dengan peradangan tendon dan penjepitan jaringan bahu.

6. Bahu Kaku

Bahu kaku atau frozen shoulder, yang juga dikenal sebagai adhesive capsulitis, adalah kondisi ketika kapsul yang mengelilingi sendi bahu mengalami penebalan dan peradangan. Akibatnya, bahu terasa nyeri, kaku, dan semakin sulit digerakkan.

Keluhan biasanya berkembang secara bertahap. Pada awalnya, rasa sakit dapat lebih dominan. Setelah itu, rentang gerak bahu semakin berkurang sehingga aktivitas sederhana, seperti mengenakan pakaian, menyisir rambut, atau meraih bagian belakang tubuh, menjadi sulit dilakukan.

Bahu kaku lebih sering ditemukan pada orang yang bahunya tidak digerakkan dalam waktu lama, misalnya setelah cedera atau selama masa pemulihan. Risiko kondisi ini juga diketahui lebih tinggi pada orang dengan diabetes.

7. Radang Sendi Bahu

Radang sendi atau arthritis merupakan peradangan maupun kerusakan pada sendi yang dapat mengenai bahu. Kondisi ini dapat berkaitan dengan proses penuaan, cedera sebelumnya, atau gangguan autoimun.

Radang sendi bahu dapat menyebabkan:

  • rasa sakit saat bergerak;
  • bahu kaku setelah lama tidak digunakan;
  • pembengkakan;
  • rentang gerak yang semakin terbatas;
  • suara gesekan atau bunyi “krek-krek” ketika bahu digerakkan.

Nyeri biasanya berkembang secara perlahan. Pada sebagian orang, keluhan menjadi lebih jelas setelah beraktivitas atau setelah bahu berada dalam posisi yang sama selama beberapa waktu.

8. Cedera Otot dan Jaringan Lunak

Otot serta jaringan lunak di sekitar bahu dapat mengalami tarikan, peregangan berlebihan, atau robekan. Cedera semacam ini dapat terjadi karena kecelakaan, terjatuh, olahraga, atau mengangkat beban dalam posisi yang tidak tepat.

Gejalanya dapat berupa:

  • nyeri yang muncul setelah cedera;
  • pembengkakan;
  • memar;
  • kelemahan pada lengan;
  • rasa sakit ketika bahu digerakkan;
  • kesulitan mengangkat tangan.

Tingkat keluhan bergantung pada jaringan yang mengalami cedera dan seberapa luas kerusakannya. Cedera ringan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat melakukan gerakan tertentu, sedangkan robekan yang lebih besar dapat sangat membatasi fungsi bahu.

9. Dislokasi Bahu

Dislokasi bahu terjadi ketika kepala tulang lengan atas keluar dari posisi normalnya pada sendi bahu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh benturan keras, terjatuh, kecelakaan, atau gerakan memutar bahu secara ekstrem.

Dislokasi dapat menimbulkan:

  • nyeri bahu yang sangat kuat;
  • perubahan bentuk bahu;
  • kesulitan atau ketidakmampuan menggerakkan lengan;
  • pembengkakan;
  • rasa tidak stabil pada sendi.

Karena bahu memiliki lekukan sendi yang relatif dangkal, bagian tubuh ini termasuk rentan mengalami dislokasi. Seseorang yang pernah mengalaminya juga dapat memiliki risiko lebih besar mengalami ketidakstabilan atau dislokasi berulang.

Selain tulang, cedera ini dapat memengaruhi ligamen, saraf, atau pembuluh darah di sekitar sendi. Dislokasi bahu memerlukan penanganan medis dan tidak sebaiknya diperbaiki sendiri.

10. Cedera Sendi Penghubung Tulang Selangka dan Belikat

Cedera pada sendi yang menghubungkan tulang selangka dengan bagian atas tulang belikat disebut cedera sendi acromioclavicular atau sendi AC. Kondisi ini juga dikenal sebagai separated shoulder dan berbeda dengan dislokasi bahu.

Cedera biasanya terjadi akibat benturan langsung pada bahu atau jatuh dengan posisi bahu menghantam permukaan keras. Ligamen yang mempertahankan hubungan antara tulang selangka dan tulang belikat dapat meregang atau robek.

Cedera sendi AC dapat menyebabkan:

  • nyeri pada bagian atas bahu;
  • pembengkakan;
  • memar;
  • perubahan bentuk atau tonjolan pada bahu;
  • rasa sakit saat lengan diangkat.

Tingkat perubahan bentuk bahu bergantung pada seberapa berat kerusakan ligamen yang terjadi.

11. Retak atau Patah Tulang di Area Bahu

Cedera akibat jatuh, kecelakaan, atau benturan keras juga dapat menyebabkan keretakan maupun patah tulang di sekitar bahu. Bagian yang dapat terdampak antara lain tulang lengan atas, tulang selangka, dan tulang belikat.

Selain nyeri, kondisi ini dapat disertai dengan:

  • pembengkakan;
  • memar atau kemerahan;
  • perubahan bentuk;
  • nyeri saat ditekan;
  • kesulitan menggerakkan lengan.

Keluhan biasanya muncul segera setelah trauma. Namun, tingkat nyeri dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi dan jenis keretakan.

12. Taji Tulang

Taji tulang adalah pertumbuhan atau tonjolan tulang tambahan yang terbentuk di sekitar persendian. Pada area bahu, tonjolan tersebut dapat mempersempit ruang yang dilalui tendon dan jaringan lunak.

Jika taji tulang menekan jaringan atau ujung saraf, bahu dapat terasa nyeri dan tidak nyaman. Keluhan biasanya menjadi lebih jelas saat lengan diangkat atau ketika bahu melakukan gerakan tertentu.

Taji tulang juga dapat berkaitan dengan iritasi tendon dan penjepitan jaringan bahu karena ruang gerak jaringan menjadi semakin sempit.

13. Saraf Terjepit di Area Leher

Tidak semua rasa sakit yang terasa di bahu berasal dari sendi bahu. Saraf terjepit di area leher atau cervical radiculopathy dapat menimbulkan nyeri yang menjalar menuju bahu dan lengan.

Keluhan yang berasal dari saraf dapat disertai dengan:

  • nyeri yang menjalar dari leher atau bahu ke lengan;
  • kesemutan pada tangan atau jari;
  • rasa kebas;
  • kelemahan pada lengan;
  • nyeri yang berubah ketika leher digerakkan.

Karena gejalanya dapat menyerupai gangguan rotator cuff atau tendon bahu, lokasi nyeri saja belum cukup untuk menentukan sumber masalah.

Nyeri Bahu Kanan dan Nyeri Bahu Kiri: Apakah Penyebabnya Berbeda?

Secara umum, penyebab nyeri bahu kanan dan kiri tidak berbeda. Gangguan pada tendon, otot, bursa, sendi, tulang, maupun saraf dapat terjadi pada salah satu sisi tubuh.

Nyeri bahu kanan dapat berkaitan dengan aktivitas yang lebih banyak menggunakan tangan kanan, benturan pada sisi kanan, atau tekanan berulang pada bahu tersebut. Hal serupa juga dapat berlaku pada nyeri bahu kiri apabila aktivitas atau cedera lebih banyak melibatkan sisi kiri.

Karena itu, sisi bahu yang sakit tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya petunjuk untuk menentukan penyebab. Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan adalah:

  • kapan nyeri mulai muncul;
  • apakah sebelumnya terjadi benturan atau jatuh;
  • gerakan apa yang memperburuk keluhan;
  • apakah bahu terasa kaku atau lemah;
  • apakah terdapat pembengkakan atau perubahan bentuk;
  • apakah nyeri menjalar ke lengan;
  • apakah muncul kesemutan atau mati rasa.

Apa Penyebab Nyeri Bahu Kanan Sampai ke Lengan?

Nyeri bahu kanan yang menjalar sampai ke lengan dapat berkaitan dengan gangguan rotator cuff, penjepitan jaringan bahu, cedera, dislokasi, atau saraf terjepit di area leher.

Gangguan rotator cuff dapat menimbulkan rasa sakit dari bahu menuju bagian atas lengan. Keluhan biasanya lebih terasa ketika tangan diangkat atau digunakan untuk membawa barang.

Pada penjepitan jaringan bahu, rasa sakit muncul karena tendon atau jaringan lunak terjepit saat lengan bergerak. Nyeri dapat terasa di bahu dan menyebar ke bagian luar lengan atas.

Sementara itu, gangguan saraf di area leher dapat disertai kesemutan, mati rasa, atau kelemahan yang menjalar hingga tangan dan jari. Perbedaan gejala tersebut penting diperhatikan karena nyeri yang terasa sampai lengan tidak selalu berasal dari jaringan bahu.

Walaupun istilah ini menyebut sisi kanan, kondisi yang sama juga dapat menimbulkan nyeri pada bahu kiri dan lengan kiri.

Ciri Nyeri Berdasarkan Kemungkinan Penyebabnya

Kemungkinan penyebabKeluhan yang sering menyertai
Penggunaan berlebihanNyeri muncul setelah aktivitas berulang atau mengangkat beban
Peradangan tendonSakit ketika mengangkat atau memutar lengan
Gangguan rotator cuffNyeri malam hari, bahu lemah, dan sakit menjalar ke lengan atas
Penjepitan jaringan bahuBahu terasa sakit atau tertahan saat tangan diangkat
Peradangan bursaNyeri tekan, tidak nyaman saat tidur miring, dan terkadang bengkak
Bahu kakuRentang gerak semakin terbatas dan bahu sulit digerakkan
Radang sendiNyeri dan kaku yang berkembang perlahan, terkadang disertai bunyi sendi
Cedera ototNyeri setelah aktivitas berat, jatuh, atau kecelakaan
DislokasiNyeri hebat, bentuk bahu berubah, dan lengan sulit digerakkan
Cedera sendi ACNyeri dan tonjolan pada bagian atas bahu setelah benturan
Retak atau patah tulangNyeri setelah trauma, bengkak, memar, dan gerak terbatas
Saraf terjepit di leherNyeri menjalar, kesemutan, kebas, atau kelemahan pada lengan

Tabel tersebut menggambarkan pola umum. Beberapa penyebab dapat menimbulkan gejala yang serupa atau terjadi secara bersamaan. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan sumber keluhan.

Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Nyeri Bahu

Risiko nyeri bahu dapat meningkat pada orang yang:

  • melakukan pekerjaan fisik dengan beban berat;
  • sering mengangkat tangan di atas kepala;
  • melakukan gerakan lengan yang sama secara berulang;
  • rutin melakukan olahraga lempar, renang, tenis, atau angkat beban;
  • pernah jatuh atau mengalami benturan pada bahu;
  • menggunakan tas berat pada satu sisi;
  • mengalami perubahan jaringan seiring bertambahnya usia;
  • tidak menggerakkan bahu dalam waktu lama;
  • memiliki riwayat dislokasi bahu;
  • memiliki diabetes yang berkaitan dengan peningkatan risiko bahu kaku.

Keberadaan faktor tersebut tidak selalu berarti seseorang pasti mengalami gangguan bahu. Namun, informasi mengenai aktivitas, cedera, dan riwayat kondisi sebelumnya dapat membantu menilai kemungkinan penyebab keluhan.

Kapan Nyeri Bahu Perlu Diperiksakan?

Pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda apabila nyeri bahu muncul setelah jatuh atau benturan keras, terasa sangat kuat, atau disertai perubahan bentuk pada bahu.

Bantuan medis juga diperlukan jika:

  • lengan tidak dapat digerakkan;
  • bahu membengkak secara tiba-tiba;
  • muncul mati rasa atau kelemahan pada tangan;
  • bahu terlihat tidak berada pada posisi normal;
  • nyeri disertai memar atau pembengkakan yang luas;
  • tangan terasa dingin, pucat, atau kebiruan.

Keluhan yang berlangsung lama, semakin memburuk, mengganggu tidur, atau tidak membaik setelah aktivitas dikurangi juga perlu diperiksakan. Pemeriksaan dapat membantu menentukan apakah rasa sakit berasal dari tendon, otot, sendi, tulang, atau saraf di sekitar leher.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab nyeri bahu yang paling sering?

Penyebab yang sering terjadi meliputi penggunaan bahu secara berlebihan, peradangan tendon, gangguan rotator cuff, peradangan bursa, penjepitan jaringan bahu, bahu kaku, radang sendi, serta cedera pada otot atau jaringan lunak.

Mengapa bahu sakit saat tangan diangkat?

Nyeri ketika tangan diangkat dapat berkaitan dengan peradangan tendon, gangguan rotator cuff, peradangan bursa, atau penjepitan jaringan bahu. Pada kondisi tersebut, tendon dan jaringan lunak dapat mengalami iritasi atau terjepit saat lengan bergerak ke atas.

Apakah nyeri bahu kanan dan nyeri bahu kiri memiliki penyebab yang berbeda?

Tidak ada penyebab khusus yang hanya terjadi pada bahu kanan atau bahu kiri. Gangguan pada sendi, tendon, otot, bursa, maupun saraf dapat memengaruhi kedua sisi. Perbedaannya lebih sering berkaitan dengan aktivitas, kebiasaan penggunaan tangan, atau cedera pada sisi tertentu.

Mengapa nyeri bahu bisa menjalar ke lengan?

Nyeri dapat menjalar ketika gangguan melibatkan rotator cuff, jaringan yang terjepit di bahu, atau saraf dari leher. Jika keluhan disertai kesemutan, kebas, atau rasa lemah hingga tangan dan jari, sumber nyeri dapat berkaitan dengan saraf.

Apa penyebab nyeri bahu pada malam hari?

Nyeri malam hari sering berkaitan dengan gangguan rotator cuff, peradangan bursa, dan masalah jaringan bahu lainnya. Keluhan dapat terasa lebih jelas ketika seseorang tidur miring pada bahu yang sakit atau saat bahu berada lama dalam posisi tertentu.

Mengapa bahu terasa kaku dan sulit digerakkan?

Kekakuan yang berkembang secara bertahap dapat berkaitan dengan bahu kaku atau frozen shoulder. Radang sendi juga dapat menyebabkan sendi terasa nyeri dan kaku, terutama setelah lama tidak digerakkan.

Apa perbedaan dislokasi bahu dan cedera sendi AC?

Dislokasi terjadi ketika kepala tulang lengan atas keluar dari soket sendi bahu. Cedera sendi AC terjadi pada sendi yang menghubungkan tulang selangka dengan bagian atas tulang belikat. Keduanya dapat terjadi akibat jatuh atau benturan, tetapi melibatkan struktur yang berbeda.

Apakah rasa sakit di bahu selalu berasal dari sendi bahu?

Tidak. Nyeri dapat berasal dari otot, tendon, ligamen, bursa, tulang, atau saraf. Saraf yang terjepit di area leher juga dapat menimbulkan rasa sakit yang menjalar menuju bahu dan lengan.

Kesimpulan

Penyebab nyeri bahu sangat beragam, mulai dari penggunaan berlebihan dan peradangan tendon hingga cedera tulang, dislokasi, radang sendi, atau gangguan saraf pada leher. Karena bahu terdiri dari banyak struktur yang bekerja bersama, rasa sakit pada area yang sama dapat berasal dari jaringan yang berbeda.

Nyeri bahu kanan maupun nyeri bahu kiri tidak memiliki penyebab khusus hanya berdasarkan sisinya. Untuk memperkirakan sumber keluhan, perlu diperhatikan aktivitas sebelum nyeri muncul, gerakan yang memperburuk rasa sakit, adanya kekakuan, kelemahan, pembengkakan, perubahan bentuk, serta nyeri yang menjalar ke lengan.

Mengenali pola keluhan dapat membantu memahami kemungkinan penyebabnya. Namun, gejala yang mirip tidak selalu menunjukkan kondisi yang sama. Pemeriksaan medis diperlukan apabila nyeri terasa berat, muncul setelah cedera, berlangsung lama, atau disertai kelemahan, mati rasa, dan perubahan bentuk bahu.

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis, pemeriksaan, atau saran dari tenaga kesehatan.

Baca Juga